Image of FENOMENA PEMBACAAN SURAH YASIN PADA TRADISI REBO WEKASAN DI PONDOK PESANTREN RIYADHUL JANNAH LABAN, KEC. MOJOLABAN, KAB. SUKOHARJO: Kajian Living Qur’an

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

FENOMENA PEMBACAAN SURAH YASIN PADA TRADISI REBO WEKASAN DI PONDOK PESANTREN RIYADHUL JANNAH LABAN, KEC. MOJOLABAN, KAB. SUKOHARJO: Kajian Living Qur’an



Penelitian ini mengkaji tradisi pembacaan Surah Yasin dalam ritual Rebo
Wekasan di Pondok Pesantren Riyadhul Jannah Laban, Mojolaban, Sukoharjo,
dalam perspektif Living Qur’an dan fenomenologi. Penelitian ini dilatarbelakangi
oleh berkembangnya praktik pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dalam tradisi
keagamaan masyarakat Muslim yang tidak hanya berfungsi sebagai ibadah
tekstual, tetapi juga sebagai media spiritual, sosial, dan kultural. Tradisi Rebo
Wekasan menjadi salah satu bentuk resepsi masyarakat terhadap Al-Qur’an yang
hidup dan terus diwariskan dalam lingkungan pesantren.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif. Data diperoleh melalui upaya observasi, wawancara mendalam terhadap
pelaku tradisi, dan dokumentasi terhadap pengasuh pesantren, ustaz, serta santri
yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi. Analisis data dilakukan menggunakan
teori Living Qur’an untuk melihat praktik sosial berbasis Al-Qur’an, serta teori
fenomenologi Alfred Schutz guna memahami konstruksi pengalaman dan makna
religius para pelaku tradisi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Rebo Wekasan di Pondok Pesantren
Riyadhul Jannah berawal dari partisipasi pesantren dalam kegiatan yang
diselenggarakan di lingkungan Villa Habib Anis Tawangmangu sejak tahun 2015,
kemudian dilembagakan secara mandiri di pesantren sejak tahun 2018. Praktik
ritual dilaksanakan setiap Rabu terakhir bulan Safar setelah salat Asar dengan
pembacaan Surah al-Kautsar, al-Ikhlas, al-Falaq, an-Nas, dan Surah Yasin, serta
pengulangan ayat “Salāmun qawlan min rabbin rahīm” sebanyak 313 kali. Tradisi
ini dimaknai sebagai bentuk taqarrub ilā Allāh, penguatan spiritual, dan
dekonstruksi terhadap keyakinan tentang kesialan bulan Safar. Dalam perspektif
Living Qur’an, tradisi ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an hidup sebagai praktik
sosial-keagamaan yang membentuk kesadaran, pengalaman religius, dan identitas
kolektif masyarakat pesantren.
Kata Kunci: Living Qur’an, Fenomenologi, Rebo Wekasan, Surah Yasin,
Pondok Pesantren.


Ketersediaan

SK202620020.12x1 HIF f c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 HIF f c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
166 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 HIF f c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.