BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
RESILIENSI IBU YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI DESA SUKOREJO KABUPATEN KLATEN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan yang dihadapi ibu
dalam mengasuh anak berkebutuhan khusus, seperti tekanan emosional, kelelahan
fisik, hambatan komunikasi dengan anak, keterbatasan dalam mendampingi
perkembangan anak, serta stigma sosial dari lingkungan sekitar. Kondisi tersebut
menuntut ibu untuk memiliki kemampuan resiliensi agar mampu bertahan,
beradaptasi, dan tetap menjalankan peran pengasuhan secara optimal. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses resiliensi ibu yang
memiliki anak berkebutuhan khusus tunawicara, tunadaksa, dan tunagrahita serta
faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi ibu di Desa Sukorejo, Kabupaten Klaten.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus. Subjek penelitian terdiri dari empat ibu yang memiliki anak berkebutuhan
khusus tunawicara, tunadaksa, dan tunagrahita. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data
diperoleh melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Analisis data
menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses resiliensi ibu berlangsung
secara bertahap dan dinamis. Pada tahap awal, ibu mengalami berbagai respon
emosional seperti shock, sedih, bingung, kecewa, dan tidak percaya terhadap
kondisi anak. Seiring berjalannya waktu, ibu mulai melakukan penyesuaian diri,
memahami kebutuhan anak, menerima kondisi anak, serta mengembangkan
berbagai strategi untuk menghadapi tantangan pengasuhan. Resiliensi ibu tercermin
melalui kemampuan bertahan dalam situasi sulit, mengelola emosi, menerima
perubahan secara positif, mengendalikan diri, serta memaknai pengalaman
pengasuhan melalui nilai-nilai spiritual. Faktor-faktor yang memengaruhi resiliensi
ibu terdiri atas faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi
kompetensi personal, kemampuan mengelola emosi, penerimaan diri, kontrol diri,
dan spiritualitas. Sementara itu, faktor eksternal meliputi dukungan keluarga,
dukungan lingkungan, serta pengalaman menghadapi stigma sosial. Temuan
penelitian menunjukkan bahwa resiliensi ibu terbentuk melalui interaksi antara
kekuatan individu dan lingkungan yang mendukung sehingga ibu mampu
beradaptasi, mempertahankan kondisi psikologis yang positif, dan menjalankan
peran pengasuhan secara optimal meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam
merawat anak berkebutuhan khusus.
Kata Kunci: Resiliensi Ibu, Anak Berkebutuhan Khusus, Pengasuhan Anak
Berkebutuhan Khusus, Proses Adaptasi, Faktor Internal, Faktor Eksternal,
Spiritualitas.
Ketersediaan
| SK202630129.1 | 2x7.15 SUT d c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 SUT d c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
155 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 SUT d c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Aurelia Pramudyasari Sutadi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






