BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
BIMBINGAN INDIVIDU MELALUI PENDEKATAN OKUPASI DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK DOWN SYNDROME: STUDI KASUS DI SLB ANUGERAH COLOMADU
nak merupakan amanah sekaligus generasi penerus bangsa yang memiliki
hak untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Namun, dalam proses
perkembangannya tidak semua anak terlahir dengan kondisi yang sama. Salah satu
kondisi yang memerlukan perhatian khusus adalah down syndrome, yaitu kelainan
genetik yang menyebabkan hambatan pada aspek motorik, kognitif, bahasa, dan
sosial anak. Hambatan tersebut berdampak pada rendahnya kemampuan
kemandirian anak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu,
diperlukan layanan pendidikan dan pendampingan yang tepat untuk membantu
anak down syndrome mengembangkan potensi dan kemandiriannya. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pelaksanaan bimbingan individu
dengan pendekatan okupasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan
individu melalui pendekatan okupasi serta mengetahui hasil pelaksanaannya dalam
membentuk kemandirian anak down syndrome di SLB Anugerah Colomadu.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari guru pendamping, terapis, dan kepala
sekolah. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan dengan menggunakan triangulasi sumber untuk menguji keabsahan
data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan bimbingan individu
dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu asesmen awal, pembentukan hubungan,
identifikasi masalah, intervensi, serta evaluasi dan tindak lanjut. Pendekatan
okupasi diterapkan melalui aktivitas sederhana dan berulang seperti makan mandiri,
merapikan barang, melatih motorik halus, serta pembiasaan aktivitas sehari-hari
lainnya. Pelaksanaan bimbingan individu melalui pendekatan okupasi memberikan
hasil yang positif terhadap perkembangan kemandirian anak down syndrome. Anak
menunjukkan peningkatan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
secara mandiri, lebih disiplin, mampu bertanggung jawab terhadap barang yang
digunakan, serta lebih percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan sekolah.
Kata Kunci: Bimbingan Individu, Pendekatan Okupasi, Kemandirian, Down
Syndrome
Ketersediaan
| SK202630123.1 | 2x7.15 RAH b c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 RAH b c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
180 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 RAH b c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Hadist Mutiara Rahmi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






