BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
DAMPAK KECANDUAN MEDIA SOSIAL PADA KEGIATAN REMAJA KARANG TARUNA DUKUH JATI DESA MULUR KABUPATEN SUKOHARJO
enelitian ini berangkat dari fenomena kecanduan media sosial yang mulai
mengikis kualitas interaksi sosial di ranah organisasi kepemudaan, khususnya pada
Karang Taruna “Ikatan Remaja Jati” (IRJ) di Dukuh Jati, Sukoharjo. Latar belakang
kajian ini didasari oleh adanya pergeseran perilaku remaja yang lebih
memprioritaskan gawai dibandingkan interaksi nyata, sehingga menghambat peran
sosial Karang Taruna dalam membangun masyarakat. Tujuan utama penelitian ini
adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam dampak kecanduan media sosial
terhadap partisipasi remaja serta mengeksplorasi berbagai upaya yang telah
dilakukan untuk mengurangi ketergantungan tersebut. Adapun rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah apa dampak kecanduan media sosial pada kegiatan
remaja Karang Taruna Dukuh Jati, dan bagaimana upaya yang dilakukan untuk
mengurangi kecanduan media sosial pada kegiatan remaja Karang Taruna tersebut.
Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan
kualitatif dengan jenis deskriptif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi
partisipatif dan wawancara semi-terstruktur kepada subjek yang terdiri dari anggota
dan pengurus Karang Taruna. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling
untuk menentukan informan dan subjek yang benar-benar memahami dinamika di
lapangan. Seluruh data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan
reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan guna menjamin keabsahan hasil
temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecanduan media sosial berdampak
luas pada tiga dimensi. Secara sosiologis-organisasional, adiksi ini memicu
fenomena phubbing (absensi pemikiran) yang menurunkan partisipasi aktif,
menghambat sumbangan ide, dan melahirkan “Paradoks Digital” di mana grup
WhatsApp koordinasi justru menjadi pintu masuk utama rusaknya fokus rapat tatap
muka. Secara psikologis, adiksi ini memicu perilaku resistensi sembunyi-sembunyi
(“kucing-kucingan”) akibat kelumpuhan kontrol diri (loss of control), serta memicu
luka emosional (emotional distress) berupa perasaan sakit hati dan kurang dihargai
antaranggota. Secara spiritual (perspektif Bimbingan dan Konseling Islam), adiksi
mencerminkan dominasi Nafs al-Ammarah, kelalaian hati (ghaflah), dan krisis
akhlak terhadap Adab al-Istima’ (etika menyimak). Upaya penanganan mencakup
jalur internal berupa penumbuhan kesadaran diri (self-awareness), empati sosial,
dan internalisasi masalah, serta jalur eksternal berupa teguran lisan-persuasif dari
pengurus. Namun, upaya tersebut belum efektif akibat kendala sosiologis berupa
hambatan budaya senioritas usia yang memicu erosi wibawa aturan, serta ketiadaan
regulasi tertulis yang tegas dalam organisasi.
Kata Kunci: Kecanduan Media Sosial; Partisipasi; Karang Taruna;
Remaja
Ketersediaan
| SK202630115.1 | 2x7.15 CAH d c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 CAH d c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
181 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 CAH d c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Marissa Nur Cahyani
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






