BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
HUBUNGAN PENERIMAAN DIRI DENGAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN NARKOTIKA DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS IIB KLATEN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penerimaan diri, tingkat
kesejahteraan subjektif, serta hubungan antara penerimaan diri dengan
kesejahteraan subjektif pada warga binaan pemasyarakatan narkotika di Lembaga
Pemasyarakatan Kelas II B Klaten. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kondisi
warga binaan yang menghadapi berbagai keterbatasan lingkungan, stigma sosial,
serta tekanan psikologis selama menjalani masa pembinaan yang berpotensi
memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian
korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling
dengan metode simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 92
warga binaan pemasyarakatan narkotika. Teknik pengumpulan data menggunakan
angket (kuesioner) sebagai teknik utama. Uji coba instrumen dilakukan terhadap 30
responden di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Boyolali untuk mengetahui
validitas dan reliabilitas instrumen penelitian. Instrumen penelitian menggunakan
skala penerimaan diri yang di dari Ryff ’s Psychological Well Being Scale serta skala
kesejahteraan subjektif menggunakan Satisfaction With Life Scale (SWLS) yang
dikembangkan oleh Diener. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis
korelasi.
Berdasarkan hasil analisis deskriptif mayoritas warga binaan
pemasyarakatan narkotika memiliki tingkat penerimaan diri tergolong sedang
(69,6%) dan tingkat kesejahteraan subjektif tergolong rendah (60,9%). Hasil
penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara
penerimaan diri dengan kesejahteraan subjektif pada warga binaan pemasyarakatan
narkotika di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Klaten dengan nilai koefisien
korelasi (r) sebesar 0,752 dan nilai signifikansi sebesar 0,001 (p < 0,05). Temuan
ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat penerimaan diri yang dimiliki warga
binaan, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan subjektif yang mereka
rasakan selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. Demikian
sebaliknya semakin rendah penerimaan diri yang dialami, maka semakin rendah
pula kesejahteraan subjektif pada warga binaan pemasyarakatan narkotika di Lapas
Kelas II B Klaten.
Kata Kunci: Penerimaan Diri, Kesejahteraan Subjektif, Warga Binaan
Pemasyarakatan, Narkotika.
Ketersediaan
| SK202630113.1 | 2x7.15 RAH h c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 RAH h c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
190 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 RAH h c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Rahmawati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






