Image of STRUKTUR KEPRIBADIAN PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD: STUDI KASUS PADA TIGA NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB KLATEN

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

STRUKTUR KEPRIBADIAN PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN DALAM PERSPEKTIF PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD: STUDI KASUS PADA TIGA NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB KLATEN



Pencurian dengan kekerasan merupakan salah satu bentuk tindak pidana
yang masih menunjukkan angka kejadian cukup tinggi di Indonesia dan
menimbulkan dampak sosial yang kompleks. Perilaku kriminal dalam melakukan
tindakan melawan hukum tidak hanya dipengaruhi oleh faktor ekonomi, tetapi
juga berkaitan dengan aspek psikologis pelaku yang memengaruhi cara berpikir,
pengambilan keputusan, dan pengendalian dorongan perilaku. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian pelaku pencurian dengan
kekerasan berdasarkan perspektif psikoanalisis Sigmund Freud, khususnya
dinamika id, ego, dan superego.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi
kasus terhadap tiga narapidana di Lapas Kelas IIB Klaten. Teknik pengumpulan
data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk
memperoleh gambaran menyeluruh mengenai latar belakang serta dinamika
psikologis subjek. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara induktif
dengan menggunakan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan temuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing pelaku memiliki
variasi struktur kepribadian yang berbeda. Subjek 1 menunjukkan lemahnya
fungsi superego pada saat terjadinya tindak pidana, yang kemudian diikuti oleh
munculnya superego pasca-kejadian dalam bentuk konflik batin dan rasa
bersalah. Subjek 2 menunjukkan dominasi ego yang berorientasi pada
pertimbangan realistis dalam memenuhi kebutuhan hidup, sedangkan subjek 3
cenderung memperlihatkan lemahnya kontrol ego dengan dominasi dorongan id
yang bersifat impulsif. Meskipun demikian, seluruh subjek menunjukkan adanya
interaksi id, ego, dan superego yang tidak seimbang dalam proses pengambilan
keputusan sebelum melakukan tindak pidana. Dorongan id yang kuat tidak
diimbangi secara optimal oleh peran ego dalam mempertimbangkan realitas, serta
pengendalian superego terhadap nilai moral, sehingga mendorong munculnya
perilaku kriminal. Ketidakseimbangan struktur kepribadian tersebut memiliki
berperan dalam mendorong terjadinya tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Kata Kunci: Struktur Kepribadian, Id, Ego, Superego, Pencurian Dengan
Kekerasan


Ketersediaan

SK202630112.12x7.15 PUS s c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.15 PUS s c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
72 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.15 PUS s c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.