Image of HUBUNGAN ANTARA SELF-FORGIVENESS DAN REGULASI EMOSI DENGAN KESIAPAN REINTEGRASI SOSIAL WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KELAS IIB KLATEN

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

HUBUNGAN ANTARA SELF-FORGIVENESS DAN REGULASI EMOSI DENGAN KESIAPAN REINTEGRASI SOSIAL WARGA BINAAN PEMASYARAKATAN (WBP) DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN (LAPAS) KELAS IIB KLATEN



Kesiapan Reintegrasi Sosial merupakan aspek penting bagi Warga Binaan
Pemasyarakatan (WBP) dalam proses kembali ke masyarakat setelah menjalani
masa pidana. Namun, proses ini sering kali dihadapkan pada berbagai hambatan
psikologis, seperti rasa bersalah atas kesalahan masa lalu serta ketidakmampuan
dalam mengelola emosi secara adaptif. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya
Self-Forgiveness dan Regulasi Emosi sebagai faktor internal yang berperan dalam
mendukung Kesiapan Reintegrasi Sosial WBP. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Self-Forgiveness dan regulasi emosi
dengan Kesiapan Reintegrasi Sosial Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Klaten.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah WBP di Lapas Kelas IIB Klaten,
dengan teknik random quota sampling yang melibatkan 100 responden.
Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala Self-Forgiveness, skala Regulasi
Emosi, dan skala Kesiapan Reintegrasi Sosial. Uji hipotesis dilakukan
menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment dan korelasi berganda (uji
F), yang dianalisis menggunakan program SPSS versi 25.0 for Windows.

Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan
antara Self-Forgiveness dengan kesiapan reintegrasi sosial WBP dengan nilai
signifikansi p < 0,05, sehingga hipotesis alternatif (H
a
) diterima. Selanjutnya, hasil
uji korelasi Pearson Product Moment antara Regulasi Emosi dan Kesiapan
Reintegrasi Sosial menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan
koefisien korelasi r = 0,580, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan
antara kedua variabel tersebut. Selain itu, hasil uji korelasi berganda antara SelfForgiveness

dan Regulasi Emosi secara simultan dengan Kesiapan Reintegrasi
Sosial memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dengan koefisien korelasi
r = 0,580, sehingga dapat disimpulkan bahwa Self-Forgiveness dan Regulasi Emosi
secara bersama-sama memiliki hubungan positif dan signifikan dengan Kesiapan
Reintegrasi Sosial WBP di Lapas Kelas IIB Klaten.

Kata kunci: Self-Forgiveness, Regulasi Emosi, Kesiapan Reintegrasi Sosial,
Warga Binaan Pemasyarakatan


Ketersediaan

SK202630111.12x7.15 LES h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.15 LES h c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
250 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.15 LES h c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.