BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
HUBUNGAN ANTARA SELF ACCEPTANCE DENGAN SELF CONFIDENCE PADA REMAJA DI SLBN SURAKARTA
Penelitian ini didasari oleh teori perkembangan dari Hulock yang
menyatakan bahwa penerimaan diri merupakan fondasi utama bagi pembentukan
konsep diri yang positif, dimana individu yang mampu menerima keterbatasan fisik
secara objektif akan memiliki kepercayaan diri yang lebih stabil. Fenomena di
SLBN Surakarta menunjukkan bahwa remaja dengan hambatan fisik dan
pendengaran seringkali menghadapi permasalahan psikologis berupa rendahnya
kepercayaan diri yang dipicu oleh kesulitan dalam menerima kondisinya.
Permasalahan tersebut terlihat adanya kecenderungan siswa untuk menarik diri dari
interaksi sosial, merasa malu terhadap citra tubuh, serta adanya hambatan
komunikasi yang menyebabkan mereka merasa kurang kompeten dibandingkan
remaja pada umumnya. Dari latar belakang tersebut penelitian ini bertujuan untuk
menguji teori apakah ada hubungan antara self-accceptance dengan self-confidence
pada remaja di SLBN Surakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode
korelasional. Populasi dalam penelitian ini yaitu siswa SMALB di SLBN Surakarta,
dengan teknik total sampling yang melibatkan 25 anggota dengan spesifikasi dua
jenis hambatan, yaitu hambatan fisik (10 orang) dan hambatan pendengaran (15
orang) dan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Teknik
pengumpulan data menggunakan skala self-acceptance 22 item (α=0,885) dan selfconfidence
20 item (α=0,898). Teknik analisis data menggunakan SPSS versi 20.
Pada penelitian ini menggunakan uji prasyarat uji normalitas dan uji linieritas. Pada
uji normalitas peneliti menggunakan teknik Shapiro Wilk dikarenakan sampel
berjumlah < 50 orang, yang menghasilkan nilai self-acceptance sebesar 0,697 dan
self-confidence sebesar 0,336. Pada uji linieritas menghasilkan nilai sig. linierity
0,010 < 0,05 yang berarti dua variabel memiliki hubungan yang linier. Uji hipotesis
dilakukan dengan menggunakan teknik analisis Pearson Product Moment.
Hasil uji hipotesis korelasi Pearson Product Moment antara self-acceptance
dengan self-confidence menghasilkan nilai sig. sebesar 0,001 < 0,05, artinya
terdapat hubungan yang signifikan antara self-acceptance dengan self-confidence
dengan nilai korelasi r
hitung
0,638 yang menunjukkan arah hubungan positif dan
kuat. Dengan demikian, terdapat hubungan antara self-acceptance dengan selfconfidence.
Kata kunci: self-acceptance, self-confidence, remaja berkebutuhan khusus
Ketersediaan
| SK202630089.1 | 2x7.15 WID h c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 WID h c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
116 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 WID h c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Kharisma Widiyarti
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






