BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
IMPLEMENTASI OPERANT CONDITIONING DALAM MEMBENTUK KEDISIPLINAN SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN AL-HUDA DOGLO CANDIGATAK CEPOGO BOYOLALI
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih adanya perilaku
ketidakdisiplinan santri putri di Pondok Pesantren Al-Huda, khususnya
pelanggaran berupa berpacaran dan bertemu dengan lawan jenis tanpa izin.
Perilaku tersebut menunjukkan adanya ketidaksesuaian dengan tata tertib
pesantren sehingga diperlukan upaya pembinaan yang terarah. Salah satu
upaya yang dilakukan adalah penerapan Operant Conditioning melalui reward
dan punishment sebagai bentuk penguatan perilaku dalam membentuk
kedisiplinan santri. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penerapan Operant Conditioning melalui reward dan
punishment serta dampaknya terhadap kedisiplinan santri putri di Pondok
Pesantren Al-Huda.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan
jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap beberapa informan
yang diperoleh menggunakan teknik snowball sampling, yaitu pengasuh
pondok pesantren, pengurus bagian keamanan, serta santri putri yang pernah
melakukan pelanggaran. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi
sumber. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan teori Operant
Conditioning sebagai landasan dalam menganalisis penerapan reward dan
punishment dalam pembentukan perilaku disiplin santri.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: penerapan reward dan
punishment dilakukan secara sistematis melalui pemberian apresiasi dan
hukuman yang bersifat mendidik, seperti takziran, pembinaan keagamaan, dan
pengumuman pelanggaran, reward mampu meningkatkan motivasi santri
dalam berperilaku disiplin, punishment memberikan efek jera, menumbuhkan
kesadaran, dan tanggung jawab terhadap aturan pesantren, pembiasaan
melalui pengawasan dan evaluasi rutin mampu membentuk kebiasaan disiplin
secara bertahap, serta terdapat dampak negatif berupa munculnya perasaan
malu, takut, dan tidak nyaman pada sebagian santri. Dengan demikian,
penerapan Operant Conditioning melalui reward dan punishment terbukti
efektif dalam membentuk kedisiplinan santri putri, meskipun perlu dilakukan
secara bijaksana agar tetap bersifat edukatif dan tidak menimbulkan dampak
psikologis yang berlebihan.
Kata kunci: Operant Conditioning, reward dan punishment, kedisiplinan
Ketersediaan
| SK202630086.1 | 2x7.15 c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
126 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Mutiara Maharani
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






