BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM
FENOMENA CURHAT ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) SEBAGAI MEDIA KATARSIS UNTUK MELEPASKAN TEKANAN PSIKOLOGIS MAHASISWA DI SURAKARTA
Mahasiswa mengalami masalah eksternal yaitu sosial, akademik, ekonomi,
dan masalah internal yaitu masalah psikologis yang menimbulkan tekanan
psikologis. Adanya tekanan psikologis, mahasiswa membutuhkan curhat untuk
melepaskan emosi negatif. Tetapi, bantuan profesional terhambat biaya mahal dan
waktu terbatas serta teman yang tidak selalu ada. Maka, Artificial Intelligence (AI)
menjadi pilihan tepat untuk curhat sebagai katarsis. Tujuan penelitian ini untuk
memahami proses katarsis mahasiswa di Surakarta menggunakan AI.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi.
Subjek penelitiannya terdiri dari dua belas mahasiswa di Surakarta. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
penentuan subjek menggunakan snowball sampling. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi teknik. Dan, teknik analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan penelitian menunjukkan proses katarsis menggunakan AI
diawali adanya masalah eksternal dan internal, yang menyebabkan tekanan
psikologis kemudian muncul kebutuhan untuk curhat dan menghasilkan efek
katarsis positif dan negatif. Efek katarsis positif berupa kestabilan emosi
(psikologis) dan peningkatan pemahaman (kognitif). Efek negatif berupa
ketergantungan, penurunan interaksi dan empati. Adapun motivasi curhat ke AI
karena menjaga personal branding, perasaan “sungkan”, teman t idak selalu ada,
tren media sosial, AI menjaga privasi dan efisien.
Kata kunci: Tekanan Psikologis, Curhat, Artificial Intelligence (AI), KatarsisMahasiswa mengalami masalah eksternal yaitu sosial, akademik, ekonomi,
dan masalah internal yaitu masalah psikologis yang menimbulkan tekanan
psikologis. Adanya tekanan psikologis, mahasiswa membutuhkan curhat untuk
melepaskan emosi negatif. Tetapi, bantuan profesional terhambat biaya mahal dan
waktu terbatas serta teman yang tidak selalu ada. Maka, Artificial Intelligence (AI)
menjadi pilihan tepat untuk curhat sebagai katarsis. Tujuan penelitian ini untuk
memahami proses katarsis mahasiswa di Surakarta menggunakan AI.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi.
Subjek penelitiannya terdiri dari dua belas mahasiswa di Surakarta. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik
penentuan subjek menggunakan snowball sampling. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi teknik. Dan, teknik analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil temuan penelitian menunjukkan proses katarsis menggunakan AI
diawali adanya masalah eksternal dan internal, yang menyebabkan tekanan
psikologis kemudian muncul kebutuhan untuk curhat dan menghasilkan efek
katarsis positif dan negatif. Efek katarsis positif berupa kestabilan emosi
(psikologis) dan peningkatan pemahaman (kognitif). Efek negatif berupa
ketergantungan, penurunan interaksi dan empati. Adapun motivasi curhat ke AI
karena menjaga personal branding, perasaan “sungkan”, teman t idak selalu ada,
tren media sosial, AI menjaga privasi dan efisien.
Kata kunci: Tekanan Psikologis, Curhat, Artificial Intelligence (AI), Katarsis
Ketersediaan
| SK202630063.1 | 2x7.15 PER f c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.15) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.15 PER f c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
175 hlm, 30cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.15 PER f c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Putri Dyah Perbawanti
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






