AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
TARI JATHILAN DI DUSUN PANCOT DESA KALISORO KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR PERSPEKTIF FILSAFAT NILAI MAX SCHELER
Tari Jathilan di Dusun Pancot merupakan bagian penting dari tradisi
Mondosiyo, yaitu ritual bersih desa yang dilakukan setip tujuh bulan sekali sebagai
ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada leluhur. Pertunjukannya
memadukan Gerak tari dinamis dan iringan gamelan. Selain sebagai hiburan,
Jathilan di Pancot berfungsi menjaga keharmonisan Masyarakat dengan alam dan
memperkuat nilai spiritual sebagai ekspresi budaya yang masih dijunjung kuat oleh
warga setempat. Rumusan masalah penelitian ini (1) Apa dasar nilai yang
terkandung dalam Tari Jathilan. (2) Bagaimana nilai Hierarki Max Scheler dalam
Tari Jathilan di Dusun Pancot Desa Kalisoro Kecamatan Tawangmangu Kabupaten
Karanganyar.
Penelitian ini bersifat lapangan dengan pedekatan kualitatif. Yekik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi untuk menggali
unsur Gerak, music, sibol, hingga pengalaman spiritual yang menyertai
pementasan. untuk metode analisis data menggunakan metode deskriptif,
verstehen, interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pemahaman filsafat nilai dalam Tari
Jathilan mencerminkan tiga dasar nilai. Nilai sosial dan komunal tarian ini
menguatkan solidaritas dan memperkuat hubungan sosial antarwarga sebagai satu
komunitas budaya; nilai kepribadian dan karakter, yang dibangun meliputi disiplin,
tanggung jawab, serta kontrol diri yang tercermin dari laithan dan peampilan penari;
pada nilai eksistesial dan identitas, melalui Jathilan, Masyarakat pancot
menegaskan keberadaan mereka sebagai bagian dari tradisi Jawa yang kaya akan
nilai spiritual, ejarah, dan hubungan leluhur. (2) nilai-nilai dalam Tari Jathilan
mencerminkan empat tingkatan hierarki nilai menurut Max Scheler. Nilai
kenikmatan tampak pada kepuasan dari penari dan penonton serta penari merasakan
senang; nilai vital tercermin pada keberanian, kebersamaan, semangat para penari,
serta pada fisik dan mental penari; nilai spiritual tampak dalam unsur harmoni,
kebersamaan, serta sibol-simbol budaya yang membentuk kesadaran sosial
Masyarakat; sedangkan nilai suci muncul melalui usur penghormatan kepada leluur,
serta rasa Syukur kepada Tuhan dalam kontek tradisi Mondosiyo.
Kata kunci: Tari Jathilan, Filsafat Nilai, Hierarki Nilai, Mondosiyo
Ketersediaan
| SK202610032.1 | 2x3 WAR t c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3 WAR t c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
162 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x3 WAR t c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ninda Putri Nafilah Rohmala W
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






