AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
RELASI ETIS SISWA REGULER TERHADAP SISWA INKLUSI DI MADRASAH IBTIDAIYAH MODERN NUR HIDAYAH KABUPATEN KLATEN (Perspektif Filsafat Etika Ibnu Miskawaih)
Relasi sosial antara siswa regular dan siswa inklusi dalam pendidikan
inklusif menjadi aspek penting dalam membentuk lingkungan belajar yang
harmonis, adil, dan bebas diskriminasi. Namun, dalam praktiknya, interaksi
tersebut masih menunjukkan dinamika yang beragam, baik dalam bentuk perilaku
etis maupun kurang etis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Apa saja bentuk relasi
etis dari siswa regular terhadap siswa inklusi di Mi Modern Nur Hidayah Klaten,
dan (2) Bagaimana relasi etis siswa regular terhadap siswa inklusi tersebut di tinjau
dengan filsafat etika Ibnu Miskawaih.
Peneitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode deskriptif,
interpretasi, dan verstehen untuk memahami makna tindakan sosial siswa secara
mendalam. Pendekatan filsafat etika Ibnu Miskawaih digunakan untuk menelaah
konsep akhlak, kekuatan jiwa, serta nilai-nilai kebajikan dalam relasi sosial siswa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) relasi etis siswa regular terhadap
siswa inklusi di MI Modern Nur Hidayah Klaten cenderung bersifat positif, yang
ditunjukkan melalui sikap tolong-menolong, kepedulian, berbagi, kerja sama, dan
penerimaan sosial dalam kegiatan pembelajaran maupun aktivitas sehari-hari.
Namun demikian, masih ditemukan perilaku kurang etis seperti ejekan, usilan, dan
candaan berlebihan terhadap siswa inklusi tersebut. (2) Dalam perspektif filsafat
etika Ibnu Miskawaih, relasi tersebut mencerminkan proses pembentukan akhlak
melalui pembiasaan dan interaksi sosial. Nilai-nilai Kebajikan seperti al-hikmah,
al-iffah, asy-syaja’ah, dan al-‘adalah tampak dalam perilaku siswa regular,
meskipun belum berkembang secara merata. Selain itu, relasi etis siswa juga
dipengaruhi oleh keseimbangan kekuatan jiwa (akal, emosi, dan keinginan) serta
budaya sekolah yang membentuk kebiasaan sosial. Dengan demikian, sekolah
inklusi tidak hanya berfungsi sebagai sarana pemerataan pendidikan, tetapi juga
sebagai ruang pembentukan akhlak dan relasi sosial yang harmonis.
Kata Kunci: Relasi Etis, Siswa Reguler, Siswa Inklusi, Etika Ibnu Miskawaih,
Pendidikan Inklusif.
Ketersediaan
| SK202610027.1 | 2x3 RAH r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3 RAH r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
268 hlm, 30cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x3 RAH r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Anisa Nova Nur Rahmawati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






