Image of TRADISI SEBARAN APEM KUKUS KEONG MAS
DI KAWASAN PENGGING KECAMATAN BANYUDONO
KABUPATENBOYOLALI (perspektif Asbabiyyab Ibn Khaldun)

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

TRADISI SEBARAN APEM KUKUS KEONG MAS DI KAWASAN PENGGING KECAMATAN BANYUDONO KABUPATENBOYOLALI (perspektif Asbabiyyab Ibn Khaldun)



Tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas merupakan tradisi tahunan yang
diselenggarakan di Kawasan Pengging, Kecamatan Banyudono, Kabupaten
Boyolali, Jawa Tengah, dalam rangka menyambut berakhirnya Bulan Safar
(saparan) dalam penanggalan Jawa. Tradisi ini telah ditetapkan sebagai Warisan
Budaya Tak Benda (WBTb) oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada
tahun 2020. Bermula dari ajaran Raden Ngabehi Yosodipuro yang menggunakan
apem berbentuk keong sebagai media penyampaian ajaran tauhid, tradisi ini kini
menjadi ruang ekspresi nilai-nilai sosial keagamaan masyarakat Pengging.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kandungan nilai sosial
keagamaan dalam Tradisi Sebaran Apem Kukus Keong Mas di Kawasan Pengging,
Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali; dan (2) menganalisis praktik guyub
rukun dalam tradisi tersebut ditinjau dari perspektif teori Ashabiyyah Ibn Khaldun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan
(field research). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Verstehen dan metode
interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, Tradisi Sebaran Apem
Kukus Keong Mas mengandung nilai sosial keagamaan yang kuat, yaitu nilai tauhid
dan nilai syukur. Nilai tauhid tercermin dari penggunaan simbol janur yang
dimaknai sebagai jan jane nur Ilahi (cahaya Ilahi), serta rangkaian ritual doa, dzikir,
dan tahlil. Nilai syukur terwujud dalam penyebaran puluhan ribu apem kepada
seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial. Kedua,
ditinjau dari teori Ashabiyyah Ibn Khaldun, tradisi ini merupakan manifestasi nyata
solidaritas sosial kolektif yang terorganisasi melalui kepemimpinan tokoh adat,
tokoh agama, dan dukungan pemerintah daerah. Nilai guyub rukun sebagai kearifan
lokal Jawa berfungsi sebagai perwujudan etis dan kultural dari Ashabiyyah yang
memperkuat identitas kolektif dan kohesi sosial masyarakat Pengging dari generasi
ke generasi.
Kata Kunci: Tradisi Sebaran Apem Keong Mas Pengging, Ashabiyyah, Guyub
Rukun


Ketersediaan

SK202610023.12x3 PUT t c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x3 PUT t c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
129 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.