AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI DALAM TRADISI RUWAHAN DI DUSUN SODONG DESA TENGKLIK KECAMATAN TAWANGMANGU KABUPATEN KARANGANYAR PERSPEKTIF TEORI SEMIOLOGI ROLAND BARTHES
Dela Puspitasari, 221121019, Makna Denotasi dan Makna Konotasi dalam Tradisi
Ruwahan di Dusun Sodong Desa Tengklik Keacamatan Tawangmngu Kabupten
Karanganyar Perspektif Teori Semiologi Roland Barthes. Program Studi Aqidah
dan Filsafat isiam, Jurusan Ushuiuddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2026.
Tradisi Ruwahan di Dusun Sodong merupakan sebuah warisan budaya yang
telah dilestarikan oleh penduduk setempat sebagai bentuk penghormatan kepada
para leluhur, ungkapan rasa syukur, dan sarana untuk memperkokoh hubungan
sosial antarwarga. Pelaksanaan tradisi ini meliputi serangkaian kegiatan seperti
kerja bakti, ziarah ke makam, menghadiri acara, doa bersama, dan jagongan, yang
semuanya melibatkan berbagai macam uborampe yang memiliki makna simbolis.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) memahami makna denotasi dan konotasi dalam
Tradisi Ruwahan di Dusun Sodong Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu
Kabupaten Karanganyar berdasarkan teori semiologi Roland Barthes, dan (2)
menggali pandangan masyarakat Dusun Sodong terhadap Tradisi Ruwahan yang
masih dijalankan hingga saat ini.
Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian lapangan (fied reseach)
dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif, interpretasi,
dan verstehen untuk meresapi makna simbolis dalam tradisi ruwahan dari sudut
pandang masyarakat setempat.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tradisi Ruwahan di Dusun Sodong
memiliki makna denotatif dan konotatif yang tersirat dalam berbagai prosesi dan
uborampe yang digunakan. Makna denotatif dapat ditemukan pada aspek nyata
tradisi, seperti encek, sego golong, jadah ketan, gandik, tukon pasar, dan kembang
setaman, sedangkan makna konotatif mencerminkan nilai-nilai religius, sosial,
budaya, dan spiritual seperti kerukunan, rasa syukur, penghormatan terhadap
leluhur, serta harapan akan keselamatan dan keharmonisan hidup. Tradisi ini juga
menunjukkan adanya akulturasi antara budaya Jawa dan nilai-nilai Islam. (2)
Masyarakat Dusun Sodong memandang ruwahan sebagai warisan budaya dari
leluhur yang sangat berharga dalam menjaga solidaritas sosial, memperkuat
silaturahmi, memperkokoh gotong royong, dan mempertahankan identitas budaya
mereka. Dengan demikian, tradisi ini terus dilestarikan sebagai bagian penting dari
kehidupan sosial dan budaya di Dusun Sodong.
Kata kunci: tradisi Ruwahan, denotasi, konotasi, semiologi Roland Barthes.
Ketersediaan
| SK202610021.1 | 2x3 PUS m c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3 PUS m c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
129 hlm, 30cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x3 PUS m c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dela Puspitasari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






