Image of RELASI TUHAN DAN MANUSIA PADA DIALOG NOVEL 
“TUHAN MAHA ASYIK” KARYA SUJIWO TEJO DAN
MUHAMMAD NURSAMAD KAMBA

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

RELASI TUHAN DAN MANUSIA PADA DIALOG NOVEL “TUHAN MAHA ASYIK” KARYA SUJIWO TEJO DAN MUHAMMAD NURSAMAD KAMBA



Aisyah Nur Adzillina, 221121009, Relasi Tuhan dan Manusia pada Dialog
Novel “Tuhan Maha Asyik” Karya Sujiwo Tejo dan Muhammad Nursamad
Kamba, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan
Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri
Raden Mas Said Surakarta, 2026.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relasi Tuhan dan manusia dalam dialogdialog

novel “Tuhan Maha Asyik” serta mengkaji penerapan konsep Wahdat alWujud

Ibn Arabi sebagai kerangka ontologis dalam memahami relasi tersebut.
Permasalahan yang diangkat meliputi bagaimana relasi Tuhan dan manusia
direpresentasikan dalam dialog novel, serta bagaimana konsep Wahdat al-Wujud
digunakan sebagai pendekatan analitis.

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research)
dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
pembacaan mendalam (close reading) terhadap sumber data primer, yakni novel
Tuhan Maha Asyik, serta sumber sekunder berupa literatur pendukung yang
relevan. Pendekatan pemecahan masalah dilakukan melalui tiga metode analisis,
yaitu deskripsi untuk membahasakan konsep pemikiran, hermeneutika Gadamerian
untuk menafsirkan makna simbolik dalam teks, dan interpretasi untuk menggali
pesan eksplisit maupun implisit terkait relasi ketuhanan dalam dialog novel.

Adapun, hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Tuhan dan manusia dalam
novel tersebut digambarkan sebagai hubungan yang dinamis, intim, dan memiliki
ketergantungan mutlak. Analisis menunjukkan bahwa novel tersebut mampu
menerjemahkan prinsip-prinsip metafisika Wahdat al-Wujud yang kompleks ke
dalam bahasa naratif anak-anak yang ringan, tetapi reflektif. Selain itu, analisis juga
membuktikan adanya tiga lapisan relasi ontologis: pertama, Tuhan sebagai satusatunya
Wujud
Hakiki,
di
mana
manusia
diibaratkan
sebagai
“Wayang”
yang
tidak

memiliki

mandat eksistensi mandiri tanpa kehendak “Dalang”. Kedua, pola relasi
melalui tajalli (penampakan diri Ilahi), di mana setiap peristiwa keseharian, hukum
alam, hingga “Konsep Nol” dipahami sebagai ruang di mana Tuhan terus-menerus
menyingkapkan diri-Nya. Ketiga, posisi manusia sebagai mazhar (tempat
penampakan) dan potensi menuju insan kamil, di mana puncak relasi tercapai saat
manusia mampu mengosongkan egonya untuk memantulkan sifat-sifat Tuhan
secara jernih. Penelitian ini memberikan kontribusi ilmiah dengan menjembatani
pemikiran sufistik klasik Ibn Arabi dengan literatur kontemporer, menawarkan
perspektif ketuhanan yang lebih humanis dan kontekstual.

Kata Kunci: Relasi Tuhan dan Manusia, Wahdat al-wujud, Novel “Tuhan Maha
Asyik”, Ibn Arabi.


Ketersediaan

SK202610019.12X3 ADZ r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X3 ADZ r c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
160 hlm, 30 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X3 ADZ r c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.