AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
TRADISI SEDEKAH BUMI DI DESA TUTUP KECAMATAN TUNJUNGAN KABUPATEN BLORA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT KEBUDAYAAN CARNOLIS ANTHONIE VAN PEURSEN
Novia Fitriani, 221121003, Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Tutup Kecamatan
Tunjungan Kabupaten Blora Dalam Perspektif Filsafat Kebudayaan C.A. Van
Peursen, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan
Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri
Raden Mas Said Surakarta, 2026.
Tradisi Sedekah Bumi adalah salah satu ritual yang rutin dilaksanakan setiap
tahun oleh masyarakat Jawa, khususnya petani. Tradisi tersebut menjadi bentuk
syukur petani kepada Allah SWT atas hasil panen yang berlimpah ruah serta
menjaga harmoni antara manusia, leluhur, dan alam semesta. Rumusan masalah
penelitian ini adalah (1) Bagaimana Wujud Kebudayaan Tradisi Sedekah Bumi Di
Desa Tutup Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora Dalam Perspektif Filsafat
Kebudayaan C.A. Van Peursen? (2) Bagaimana Pandangan Masyarakat Pada
Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora
Dalam Perspektif Filsafat Kebudayaan C.A. Van Peursen? Tujuan penelitian ini
adalah (1) Untuk Mengetahui Wujud Kebudayaan Tradisi Sedekah Bumi Di Desa
Tutup Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora Dalam Perspektif Filsafat
Kebudayaan C.A. Van Peursen (2) Mengetahui Pandangan Masyarakat Pada
Tradisi Sedekah Bumi Di Desa Tutup Kecamatan Tunjungan Kabupaten Blora
Dalam Perspektif Filsafat Kebudayaan C.A. Van Peursen.
Penelitian ini bersifat lapangan (field research) dengan pendekatan
kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Metode analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Deskripsi, Metode Verstehen, dan
Metode Interpretasi.
Hasil penelitian ini adalah (1) Wujud kebudayaan Tradisi Sedekah Bumi di
Desa Tutup terdiri dari tiga aspek. Pertama, sistem gagasan yang meliputi
keyakinan rasa syukur serta hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kedua,
sistem aktivitas yang tampak dalam kegiatan kondangan, doa bersama, dan
pertunjukan seni. Ketiga, hasil budaya berupa artefak seperti makanan tradisional
gemblong, tape, bugis, pasung, dumbeg, dan nagasari yang masing-masing
memiliki makna filosofis serta nilai kearifan lokal. Ketiga aspek tersebut
menunjukkan adanya keterkaitan nilai religius, sosial, dan manusia yang saling
berhubungan (2) Pandangan masyarakat terhadap tradisi Sedekah Bumi di Desa
Tutup pada umumnya menunjukkan sikap yang positif, di mana tradisi ini
dipandang sebagai warisan leluhur yang memiliki nilai penting dan perlu dijaga
keberlangsungannya. Tradisi tersebut juga dipahami sebagai sarana mempererat
hubungan sosial serta menumbuhkan rasa syukur. Namun demikian, terdapat
perbedaan cara pandang antar generasi dalam memaknai tradisi tersebut.
Kata Kunci: Sedekah Bumi, Filsafat Kebudaayaan, C.A. Van Peursen.
Ketersediaan
| SK202610017.1 | 2X3 FIT t c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X3 FIT t c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
147 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2X3 FIT t c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Novia Fitriani
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






