AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
PENINDASAN PEREMPUAN DALAM NOVEL PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER (Perspektif Feminisme Kate Millet)
ASTRID MAYLANY, 221121002, PENINDASAN PEREMPUAN DALAM
NOVEL PERAWAN REMAJA DALAM CENGKERAMAN MILITER KARYA
PRAMOEDYA ANANTA TOER (Perspektif Feminisme Kate Millet), Program
Studi Aqidah Dan Filsafat Islam, Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah,
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2026.
Penindasan terhadap perempuan merupakan fenomena sosial yang tidak
terlepas dari sistem patriarki yang mengakar dalam masyarakat. Novel Perawan
Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer menghadirkan
realitas kekerasan dan eksploitasi perempuan pada masa pendudukan Jepang melalui
praktik Jugun Ianfu. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana
bentuk penindasan terhadap perempuan dalam novel tersebut berdasarkan perspektif
feminisme Kate Millet, (2) Bagaimana relevansi novel tersebut digunakan sebagai
kritik terhadap kondisi perempuan di Indonesia saat ini. Penelitian ini bertujuan
untuk: (1) Menganalisis bentuk-bentuk penindasan terhadap perempuan dalam novel
Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta Toer
berdasarkan perspektif feminisme Kate Millet, (2) Menjelaskan relevansi novel
tersebut sebagai kritik terhadap kondisi perempuan di Indonesia masa kini.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui pembacaan
mendalam terhadap teks novel, serta didukung oleh literatur yang relevan. Metode
analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif dan hermeneutika untuk
mengungkap makna teks secara komprehensif. Pendekatan feminisme radikal Kate
Millet digunakan dengan menitikberatkan pada konsep sexual politics yang meliputi
aspek ideologis, biologis, sosiologis, kelas, ekonomi dan pendidikan, kekuatan
(kekerasan), antropologis, dan psikologis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Penindasan terhadap perempuan
dalam novel Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer karya Pramoedya Ananta
Toer berlangsung secara sistematis dalam berbagai aspek kehidupan. Berdasarkan
perspektif feminisme radikal Kate Millet, penindasan tersebut mencakup kekerasan
fisik, seksual, serta kontrol ideologis, sosial, ekonomi, dan psikologis yang
menempatkan perempuan sebagai objek dalam sistem patriarki dan militerisme.
Perempuan direpresentasikan sebagai pihak subordinat yang kehilangan kuasa atas
tubuh dan kehidupannya. (2) Novel ini juga memiliki relevansi yang kuat sebagai
kritik terhadap kondisi perempuan di Indonesia masa kini, di mana bentuk-bentuk
ketidakadilan gender seperti kekerasan seksual, marginalisasi, dan subordinasi masih
terus berlangsung.
Kata Kunci: Penindasan Perempuan, Novel, Feminisme Radikal, Kate Millet, Politik
Seksual.
Ketersediaan
| SK202610016.1 | 2X3 MAY p c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X3 MAY p c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
134 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2X3 MAY p c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Astrid Maylany
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






