Image of PENGAJIAN MALAM AHAD LEGI DAN TRADISI PAGELARAN
WAYANG KULIT DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA
PLOSOREJO KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN
(Perspektif Ajaran Moral Raden Mas Pandji Sosrokartono)

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

PENGAJIAN MALAM AHAD LEGI DAN TRADISI PAGELARAN WAYANG KULIT DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DESA PLOSOREJO KECAMATAN GONDANG KABUPATEN SRAGEN (Perspektif Ajaran Moral Raden Mas Pandji Sosrokartono)



Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pelestarian nilai-nilai moral
dan budaya lokal dalam kehidupan masyarakat modern yang semakin kompleks.
Pondok Pesantren Nurul Huda menjadi salah satu lembaga yang memadukan unsur
keagamaan dan budaya melalui kegiatan Pengajian Malam Ahad Legi dan tradisi
Pagelaran Wayang Kulit. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apa
ajaran moral Raden Mas Pandji Sosrokartono yang terkandung dalam Pengajian
Malam Ahad Legi dan tradisi Pagelaran Wayang Kulit di Pondok Pesantren Nurul
Huda Gondang, Sragen? dan (2) Bagaimana proses akulturasi antara pengajian dan
tradisi budaya di Pondok Pesantren Nurul Huda Plosorejo, Gondang, Sragen?
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1)
Mendeskripsikan ajaran moral Raden Mas Pandji Sosrokartono yang terkandung
dalam Pengajian Malam Ahad Legi dan Pagelaran Wayang Kulit di Pondok
Pesantren Nurul Huda Gondang, Sragen, serta (2) Mendeskripsikan proses
akulturasi antara pengajian dan tradisi budaya di lingkungan pesantren tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research)
dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap kegiatan pengajian
dan pagelaran wayang kulit. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode
deskriptif, metode verstehen, dan metode interpretasi untuk memahami makna
ajaran moral dan proses akulturasi yang terjadi secara komprehensif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran moral Raden Mas Pandji
Sosrokartono yang tercermin dalam kegiatan tersebut menekankan nilai-nilai
ketulusan, kesederhanaan, keikhlasan, serta pengabdian kepada sesama sebagai
wujud cinta kepada Tuhan. Sementara itu, proses akulturasi antara pengajian dan
tradisi budaya lokal berlangsung secara harmonis melalui integrasi simbol-simbol
keislaman dalam pagelaran wayang kulit, yang menjadikan tradisi tersebut tidak
hanya bernilai estetis, tetapi juga sarat makna spiritual dan moral.
Kata Kunci: Ajaran Moral, Raden Mas Pandji Sosrokartono, Akulturasi,
Pengajian, Wayang Kulit, Pesantren Nurul Huda


Ketersediaan

SK202610015.12X3 MAH p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X3 MAH p c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
125 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2X3 MAH p c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.