Image of BIMBINGAN KEMANDIRIAN BAGI ORANG DENGAN DISABILITAS PSIKOSOSIAL (ODDP) DI YAYASAN SEHATI SUKOHARJO

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

BIMBINGAN KEMANDIRIAN BAGI ORANG DENGAN DISABILITAS PSIKOSOSIAL (ODDP) DI YAYASAN SEHATI SUKOHARJO



Nor Kholiq (21.12.21.133) Bimbingan Kemandirian Bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) di Yayasan Sehati Sukoharjo. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.
Penyandang disabilitas psikososial menghadapi tantangan yang tidak ringan, karena berkaitan dengan kondisi mental, sosial, dan kemampuan mereka untuk hidup secara mandiri dalam masyarakat. Kemandirian dalam berbagai aspek kehidupan menjadi hal yang penting dan perlu diupayakan melalui bimbingan yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan bimbingan kemandirian bagi disabilitas psikososial di Yayasan Sehati Sukoharjo, serta dampaknya terhadap perkembangan kemandirian hidup mereka.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan model analisis deskriptif. Subjek penelitian ini berjumlah empat subjek, yakni dua disabilitas psikososial (ODDP) yang mengikuti pelatihan keterampilan, dan dua pendamping Yayasan Sehati Sukoharjo yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap penyandang disabilitas serta pendamping. Adapun keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Teknik analisis data dalam penelitian ini ialah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi bimbingan kemandirian di Yayasan Sehati Sukoharjo terdiri atas asesmen, tujuan, pelaksanaan bimbingan kemandirian dengan adanya materi berupa pengelolaan diri, pengambilan keputusan, penguatan emosional dan pelatihan ketrampilan. Materi ini diberikan sesuai dengan kebutuhan ODDP, selanjutnya dilakukan evaluasi bimbingan kemandirian untuk mengetahui sejauh mana pemahaman disabilitas psikososial setelah mengikuti bimbingan kemandirian. Perubahan yang terjadi setelah pelaksanaan bimbingan adalah ODDP mampu mengelola kehidupannya secara mandiri baik berupa keterampilan kerja atau aktivitas ekonomi, serta keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial masyarakat. Faktor pendukung ada dukungan keluarga, dukungan Yayasan Sehati, dukungan pemerintah dan lembaga terkait. Sedangkan faktor penghambat ada stigma masyarakat, perubahan mood dan konsentrasi.
Kata Kunci: Disabilitas Psikososial, Bimbingan Kemandirian, Kemandirian Hidup.




ABSTRACT
Nor Kholiq. NIM: 211221133. Bimbingan Kemandirian Bagi Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP) di Yayasan Sehati Sukoharjo. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.
People with psychosocial disabilities face significant challenges, as these disabilities relate to their mental and social conditions and their ability to live independently in society. Independence in various aspects of life is important and needs to be pursued through structured and ongoing guidance. This study aims to describe the implementation of independence guidance for people with psychosocial disabilities at the Sehati Sukoharjo Foundation, as well as its impact on the development of their independence in life.
This study uses qualitative research with a descriptive analysis model. There are four subjects in this study, namely two psychosocial disabilities (ODDP) who participated in skills training, and two companions from the Sehati Sukoharjo Foundation who were selected using purposive sampling techniques. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation of the persons with disabilities and their companions. Data validity was ensured through triangulation of sources and methods. The data analysis techniques used in this study were data reduction, data presentation, and conclusion drawing.
The results showed that the implementation of independence guidance at Yayasan Sehati Sukoharjo consisted of assessment, goals, implementation of independence guidance with material in the form of self-management, decision making and emotional strengthening. This material is given according to the needs of ODDP, then an evaluation of independence guidance is carried out to determine the extent of understanding of psychosocial disabilities after attending independence guidance. The changes that occur after the implementation of guidance are ODDP being able to manage their lives independently in the form of work skills or economic activities, as well as active involvement in community social life. Supporting factors are family support, Sehati Foundation support, government support and related institutions. Meanwhile, the inhibiting factors are community stigma, changes in mood and concentration.

Keywords: Psychosocial Disability, Independence Guidance, Independent Living.


Ketersediaan

SK202530193.12X7.15 KHO h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 AVR k c.1
Penerbit Fakulas Dawah dan Uhuluddin : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
88 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 AVR k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.