Image of PEMBERDAYAAN PSIKOSOSIAL DALAM MENGUATKAN SUBJECTIVE WELL- BEING PADA TAHANAN WANITA DI RUTAN KELAS II B BOYOLALI

BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM

PEMBERDAYAAN PSIKOSOSIAL DALAM MENGUATKAN SUBJECTIVE WELL- BEING PADA TAHANAN WANITA DI RUTAN KELAS II B BOYOLALI



Tasya Auliya Putri. NIM.21.22.1.166, Pemberdayaan Psikososial Dalam Menguatkan Subyektive Well-Being Pada Tahanan Wanita Di Rutan Kelas II B Boyolali. Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.2025
Tahanan wanita menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dibandingkan dengan tahanan pria, termasuk stigma sosial, kekerasan berbasis gender, dan keterbatasan akses terhadap program rehabilitasi yang sesuai. Sehingga tahanan wanita memerlukan pemberdayaan yang dapat memebantu mereka melewati tantangan selama masa tahanan.
Pemberdayaan Psikososial merujuk pada proses yang bertujuan untuk menguatkan subjective well-being tahanan wanita dan sosial individu atau kelompok, terutama dalam mengatasi trauma. Pemberdayaan psikososial mencangkup intervensi yang fokus pada kesehatan mental, seperti konseling, terapi dan dukungan emosional, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk dan pelaksanaan pemberdayaan psikososial dalam menguatkan subjective well-being pada tahanan wanita di Rutan Kelas II B Boyolali dengan metode kualitatif deskriptif subyek dalam penelitian ini adalah Pemberdaya Psikososial Wanita dari Rutan Kelas II B Boyolali untuk mengetahui bentuk dan pelaksanaan program pemberdayaan psikososial.
Metode pengumpulan data yang digunakan Teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi, Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan analisis data menggunakan 3 tahap yaitu reduksi data,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Bentuk pemberdayaan yang dilaksanakan meliputi kegiatan pelatihan keterampilan kerja seperti menjahit, membuat kerajinan tangan, dan memasak, bimbingan spiritual melalui pengajian, tausiyah, dan diskusi keagamaan, serta program pemberdayaan psikososial yang melibatkan terapi konseling, jurnaling, dan mekanisme koping sehat. Pelaksanaan program dilakukan secara rutin dengan jadwal terstruktur, termasuk intervensi mingguan berupa konseling kelompok dan individu serta kegiatan keagamaan harian dan mingguan, yang dilakukan dengan persetujuan dan kerjasama dari pihak rutan dan petugas pendamping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan psikososial berkontribusi signifikan terhadap peningkatan emosi positif, penerimaan diri, dan optimisme tahanan. Tahanan yang aktif mengikuti kegiatan menunjukkan peningkatan rasa percaya diri, harapan masa depan, dan kemampuan mengelola stres secara lebih baik. Hubungan sosial antar tahanan juga membaik, tercipta suasana yang lebih suportif dan harmonis.


Kata kunci : Subjective well-being, pemberdayaan psikososial dan tahanan



ABSTRACT

Tasya Auliya Putri. NIM 21.22.1.166, Psychosocial Empowerment in Strengthening Subyektive well-being in female Detaines in Boyolali Class II B Detention Center. Islamic Guidance and Couseling Study Program. Faculty Of Ushuluddin dan Da’wah Raden Mas Said State Islamis University Surakarta. 2025.
Women psioners face complex challenges copared to male psionars, including social stigma, gender based violence and limited access to appropriate rehabilitation programs. As such women psioners require empowerment that can help them navigated the challenges of detention.
Pshysocial empowerment refers ti a process that aim to strengthen the subjective well-being of female psioners and social individual or group, especially in overcoming trauma psychosocial empowerment includes intervension that focus on mental health, such as counseling, therapy and emotional support. This study aim to determine and explain the form and implementation of psycosocial empowerment in strengthening subjective well-being in female psioners in Boyolali Class II B Detention Center with descriptive qualitative method.
Data collection methods used interview technique, observation, and documentation data validity technique using source triangulation and data analysis using 3 stages namely data reduction and conclusion drawing. The forms of empowerment implemented include work skills training activities such as sewing, handicraft making, and cooking; spiritual guidance through recitation, tausiyah, and religious discussions; and psychosocial empowerment programs involving counselling therapy, journaling, and healthy coping mechanisms. Program implementation is carried out routinely with a structured schedule, including weekly interventions in the form of group and individual counselling as well as daily and weekly religious activities, which are carried out with the approval and cooperation of the detention centre and accompanying officers. The results showed that the psychosocial empowerment programme significantly contributed to the increase in positive emotions, self-acceptance, and optimism of detainees. Detainees who actively participated in activities showed an increase in self-confidence, hope for the future, and the ability to manage stress better. Social relationships between prisoners also improved, creating a more supportive and harmonious atmosphere.


Keyword : Subjective well-being, psychosocial empowerment and female psioners


Ketersediaan

SK202530216.12X7.15 PUT p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.15)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 AVR k c.1
Penerbit Fakulas Dawah dan Uhuluddin : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
142 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 AVR k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.