Detail Cantuman
Advanced SearchKOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Representasi Kenakalan Remaja Di Jepang Dalam Film High & Low The Worst Cross (Analisis Semiotika Roland Barthes).
Muhammad Insan Arif Wicaksono, NIM:21.12.11.107. Representasi Kenakalan Remaja Di Jepang Dalam Film High & Low The Worst Cross (Analisis Semiotika Roland Barthes). Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden mas Said Surakarta. Skripsi 2025
Film High And Low The Worst Cross merepresentasikan adanya kenakalan remaja dalam budaya yankee dijepang sebagai bagian di dalam subkultur budaya, hal ini menjadi representasi dari kenakalan remaja yang digambarkan melalui scene-scene yang ada di dalam film ini. Di film High And Low The Worst Cross menggambarkan kenakalan remaja yang berkaitan dengan budaya yankee, istilah tersebut merupakan subkultur budaya nakal dijepang. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran kenakalan remaja melalui scene film High And Low The Worst Cross analisis Semiotika Roland Barthes.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes. Data primer diperoleh dari observasi terhadap 63 scene film High And Low The Worst Cross yang kemudian dipilih 22 scene yang merepresentasikan kenakalan remaja. Data sekunder didapat melalui studi pustaka berupa buku,jurnal,artikel,dan sumber relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi ( tangkapan layar adegan) dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi tanda, signifikasi dua tahap ( denotasi, konotasi), serta mitos sesuai dengan teori Roland Barthes untuk mengungkap representasi kenakalan remaja dalam film.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenakalan remaja dalam film ini adanya representasi kenakalan remaja melalui tindakan vandalisme, kenakalan identik dengan rokok dan minuman keras, pergaulan bebas, perundungan, tawuran dan perkelahian. Kenakalan remaja dalam film ini juga tampak melalui tindakan perlawanan terhadap otoritas sekolah, budaya yankee yang kerap menolak otoritas dan membangun hierarki tersendiri berbasis kekuatan, perilaku menyimpang seperti vandalisme, pergaulan bebas, rokok dan minuman keras, perundungan berupa kekerasan fisik, turut memperkuat representasi kenakalan remaja yang identik dengan budaya yankee di jepang.
Kata Kunci: Representasi, Kenakalan Remaja, Di Jepang, Film High And Low The Worst, Semiotika Roland Barthes
Ketersediaan
| SK202640034.1 | 2x7.5 WIC r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
30 cm., 161 hllm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhammad Insan Arif Wicaksono
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






