No image available for this title

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

Representasi Perjuangan Seorang Ibu dalam Film Bila Esok Ibu Tiada (Analisis Wacana Kritis Sara Mills).



Maulana Ja’far Shodiq. NIM: 211211077. Representasi Perjuangan Seorang Ibu dalam Film Bila Esok Ibu Tiada (Analisis Wacana Kritis Sara Mills). Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Perkembangan industri film Indonesia saat ini semakin beragam, salah satunya film Bila Esok Ibu Tiada karya Rudi Soedjarwo. Film ini menampilkan perjuangan seorang ibu, Rahmi, dalam menjaga keharmonisan keluarga setelah kepergian suaminya di tengah kondisi kesehatan yang terus menurun. Film ini juga memperlihatkan relasi psikologis antar anggota keluarga, konflik internal, serta pengorbanan emosional yang dilakukan seorang ibu demi menyatukan anak-anaknya. Fokus penelitian ini adalah menggambarkan representasi perjuangan seorang ibu dalam film Bila Esok Ibu Tiada melalui analisis wacana kritis Sara Mills, yang menekankan struktur penceritaan dan posisi tokoh dalam wacana.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis wacana kritis model Sara Mills. Analisis diarahkan pada bagaimana tokoh ibu diposisikan sebagai subjek maupun objek penceritaan, serta bagaimana sudut pandang penonton dibentuk melalui narasi visual dan dialog film. Teknik pengumpulan data meliputi observasi adegan, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan triangulasi sumber sebagai teknik validitas data. Data yang dianalisis berupa cuplikan 16 adegan kunci yang merepresentasikan perjuangan Rahmi dalam menjaga hubungan keluarga serta dinamika emosionalnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Rahmi direpresentasikan melalui nilai keteguhan, kesabaran, dan pengorbanan emosional dalam menjaga keharmonisan keluarga. Dalam posisi subjek, Rahmi digambarkan aktif meredakan konflik, menjaga komunikasi antar anak, serta menempatkan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadinya, meskipun berada dalam kondisi fisik dan emosional yang lemah. Sementara dalam posisi objek, Rahmi ditampilkan menanggung beban psikologis secara diam-diam, menyembunyikan sakit dan kesedihannya, serta mengalami keterbatasan ruang untuk mengekspresikan perasaan demi menjaga stabilitas emosi anak-anak. Representasi ini menunjukkan bahwa perjuangan ibu dalam film Bila Esok Ibu Tiada tidak bersifat heroik atau verbal, melainkan berupa kerja emosional yang sunyi, berulang, dan sering kali tidak diakui. Temuan ini mencerminkan pandangan feminisme berpusat-ibu, di mana ibu menjadi pusat kestabilan keluarga namun mengalami ketidakadilan emosional dalam konstruksi relasi keluarga.

Kata Kunci: Analisis Wacana, Bila Esok Ibu Tiada, Ibu, Perjuangan, Representasi, Sara Mills.


Ketersediaan

SK202640031.12x7.5 SHO r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 145 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this