Image of Pembingkaian Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Oleh IWAS Penyandang Disabilitas Di Media Online CNN Indonesia Dan detikcom (Analisis Framing Robert Entman).

Text

Pembingkaian Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Oleh IWAS Penyandang Disabilitas Di Media Online CNN Indonesia Dan detikcom (Analisis Framing Robert Entman).



Intan Salsabila, NIM 21.12.11.110. Pembingkaian Pemberitaan Kasus Pelecehan Seksual Oleh IWAS Penyandang Disabilitas Di Media Online CNN Indonesia Dan detikcom (Analisis Framing Robert Entman). Skripsi Program Studi Komunikasi dan Penyiaran islam. Jurusan Dakwah dan Komunikasi. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. UIN Raden Mas Said Surakarta 2025.
Penelitian ini membahas bagaimana bingkai media CNN Indonesia dan detikcom dalam Kasus pelecehan seksual yang melibatkan pelaku disabilitas di Mataram, Nusa Tenggara. Latar belakang penelitian ini dilihat dari tingginya perhatian publik terhadap kasus tersebut serta terdapat perbedaan cara media dalam menampilkan pelaku, dan korban. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bagaimana bingkai media CNN Indonesia dan detikcom, khususnya dalam memberitakan pelaku, korban dan proses hukum yang berlangsung.
Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori framing Robert entman dengan empat elemen yaitu define problem, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Data penelitian terdiri atas delapan berita, masing-masing empat berita dari CNN Indonesia dan detikcom edisi periode 2 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa CNN Indonesia cenderung menampilkan keberpihakan pada aspek hukum dan perlindungan korban dengan penekanan pada proses penegakan hukum serta kehati-hatian dalam menggambarkan pelaku disabilitas, sementara itu detikcom lebih menonjolkan unsur dramatis, terutama melalui penekanan kondisi fisik pelaku disabilitas, sehingga berpotensi membentuk stigma negatif di kalangan pembaca. Detik juga lebih menekankan jumlah korban dibandingkan aspek perlindungan korban, yang dapat menarik perhatian publik namun mengurangi konteks etis pemberitaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan adanya pola framing antara kedua media. CNN Indonesia membingkai isu disabilitas dan pelecehan seksual melalui proses hukum dan fokus pada perlindungan korban. Sedangkan detikcom cenderung membangun bingkai yang menojolkan aspek dramatis dan fisik pelaku ditandai dengan penggunakan kata yang provokatif, Sehingga bingkai yang dibangun detikcom dalam kasus IWAS lebih diarahkan pada perhatian pembaca melalui sisi emosional dan fisik pelaku.

Kata kunci: Framing, CNN Indonesia, detikcom, disabilitas, pelecehan seksual


Ketersediaan

SK202640025.12x7.5 SAL p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 113 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this