<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="1358">
 <titleInfo>
  <title>Ritual Kematian Islam Jawa</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Muhammad Sholihin</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyakarta</placeTerm>
   <publisher>Narasi</publisher>
   <dateIssued>2010</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Text</form>
  <extent>26 cm; 296 hal.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam tradisi Indonesia, ada tradisi ketika jenazah diberangkatkan ke pemakaman, keluarga yang ditinggalkan khususnya anak, disuruh berputar mengitari jenazah melewati kolong usungan. Tradisi ini disebut terobosan (blobosan). Hal ini dilakukan, konon, supaya anak itu tidak terlalu dan selalu ingat kepada orang yang sudah mati. Padahal, tradisi itu jelas bukan berasal dari tradisi Islam. Jika ditarik jauh ke belakang, menurut asal-muasalnya, tradisi itu muncul dari daerah Melayu, khususnya pa'pa' lebai dan para pemimpin adat. Tapi, berkembang juga sampai di Jawa. Akan tetapi, secara logis, ritual tersebut tidak memiliki pengaruh apapun bagi jenazah. Bahkan, bisa dibilang keyakinan seperti ini, justru memunculkan bibit khufarat baru, yang lama kelamaan akan memunculkan anggapan bahwa hal tersebut merupakan ajaran Islam. Buku Ritual Kematian Islam-Jawa ini mengulas tradisi budaya dan agama yang berkembang di masyarakat, yang terkait dengan thidi si-tradisi kematian, dengan analisis mendalam. Harapannya pembaca mengetahui duduk persoalan suatu tradisi kematian yang terlaksana di masyarakat. Di mana, perspektif agama memberikan posisi dan porsi atas tradisi tersebut. Tidak semuaritual-ritual kematian yang hidup di tengah-tengah masyarakat ada dalil dan nash-nya. Lantas, bagaimana hukum ritual/tradisi budaya masyakarat Indonesia dengan ajaran Islam?</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Ritual Jawa</topic>
 </subject>
 <classification>2X0.181</classification>
 <identifier type="isbn">9789791682411</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>2X0.181 SHO r</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B001028.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X0.181 SHO r c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>WhatsApp_Image_2024-09-06_at_09.40.38.jpeg.jpeg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>1358</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-05-30 11:24:06</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2024-09-06 09:43:10</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>