Detail Cantuman
Advanced Search
AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
MAKNA SIMBOLIK TRADISI TUMPLAK PUNJEN DALAM UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA NGARGOTIRTO KECAMATAN SUMBERLAWANG KABUPATEN SRAGEN (Prespektif Teori Semiotika Charles Sanders Peirce)
ABSTRAK
Yulia Cahya Marisaka, 211121019, Makna Simbolik Tradisi Tumplak Punjen dalam Pernikahan Adat Jawa (Ditinjau dari Prespektif Semiotika Charles Sanders Peirce), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Tradisi Tumplak Punjen merupakan prosesi yang dilakukan ketika orang tua menikahkan anak terakhirnya, sebagai tanda berakhirnya tanggung jawab serta doa agar anak memperoleh kehidupan rumah tangga yang bahagia. Meski modernisasi menyebabkan berkurangnya pelaksanaan upacara adat, masyarakat Desa Ngargotirto masih melestarikan tradisi ini sebagai wujud penghormatan pada leluhur sekaligus bentuk rasa Syukur. Rumusan masalah penelitian ini meliputi: (1) Apa makna simbolik uborampe dalam Tradisi Tumplak punjen dalam Pernikahan Adat Jawa di Desa Ngargotirto dan (2) Bagaimana peran masyarakat Desa Ngargotirto, dalam melestarikan tradisi Tumplak Punjen dalam Pernikahan Adat Jawa. Tujuan penelitian adalah (1) Untuk mendiskripsikan tentang makna simbolik uborampe dalam Tradisi Tumplak punjen pada Pernikahan Adat Jawa di Desa Ngargotirto, sekaligus (2) Untuk menganalisis mengenai peran masyarakat Desa Ngargotirto dalam melestarikan Tradisi Tumplak Punjen pada Pernikahan adat Jawa
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan (Filed Research) dengan pendekatan Kualitatif.. Data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Untuk metode analisis data menggunakan metoe deskriptif, Verstehen, dan interpretasi.
Hasil penelitian menunjukkan (1) Bahwa setiap uborampe dalam Tumplak Punjen di Desa Ngargotirto memiliki makna mendalam. Beras kuning melambangkan kemakmuran, uang receh bermakna rezeki yang berkah dan doa agar anak hidup berkecukupan, empon-empon melambangkan kesehatan dan penolak bala, tampah bermakna keluasan hati serta siklus kehidupan, sedangkan kantong kain sebagai simbol bekal sandang dan pangan. (2) Masyarakat Desa Ngargotirto masih berperan aktif melaksanakan tradisi ini. Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan sekaligus penghormatan terhadap leluhur. Mereka meyakini bahwa pelestarian tradisi bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga perekat nilai kebersamaan, doa, dan identitas Jawa di tengah arus modernisasi.
Kata Kunci : Tumplak Punjen, semiotika, simbol, Charles Sanders Pierce
Ketersediaan
| SK202610011.1 | 2x3 MAR m c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x3 MAR m c.1
|
| Penerbit | : ., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
106 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
YULIA CAHYA MARISAKA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






