Image of REPRESENTASI PEREMPUAN MASKULIN DALAM FILM BONNIE (Analisis Semiotik Roland Barthes)

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

REPRESENTASI PEREMPUAN MASKULIN DALAM FILM BONNIE (Analisis Semiotik Roland Barthes)



ABSTRAK
Ani Istichomah Rofi`ah, NIM:21.12.11.101. Representasi Perempuan Maskulin dalam Film Bonnie (Analisis Semiotika Roland Barthes). Skripsi, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Jurusan Dakwah dan Komunikasi. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Film sebagai media massa memiliki peran penting dalam membentuk pandangan masyarakat tentang gender. Selama ini perempuan sering direpresentasikan sebagai sosok lemah dan subordinat. Namun, film Bonnie (2024) menampilkan tokoh perempuan yang kuat, berani, dan menentang stereotip gender. Melalui karakter Bonnie dan ibunya, film ini menunjukkan bahwa sifat maskulin seperti keberanian dan ketegasan juga dapat dimiliki perempuan. Fenomena ini menunjukkan pergeseran makna gender dalam perfilman Indonesia, di mana perempuan mulai tampil sebagai tokoh utama yang berdaya dan mampu menembus batas budaya patriarki. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengambarkan perempuan maskulin yang ditampilkan dalam film Bonnie melalui tokoh Bonnie dan Kinan (ibu Bonnie). Film ini menunjukan bagaimana perempuan mampu melapaui batssan gender, menolak steoritipe negatif, serta menghadapi ketidakadilan gender.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika Roland Barthes, yang memfokuskan pada tiga tataran makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Data primer diperoleh melalui analisis beberapa scene yang menampilkan tindakan dan simbol perlawanan terhadap ketidakadilan gender, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan penelitian terdahulu yang relevan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter Bonnie dan ibunya, Kinan, merepresentasikan perempuan maskulin melalui keberanian, kemandirian, serta kemampuan mengambil keputusan dalam situasi penuh tekanan. Secara konotatif, kedua tokoh ini menjadi simbol perlawanan terhadap budaya patriarki yang membatasi peran perempuan. Sedangkan pada tataran mitos, film Bonnie menegaskan bahwa kekuatan dan ketegasan bukanlah sifat yang hanya dimiliki laki-laki, tetapi juga merupakan bentuk eksistensi perempuan modern. Dengan demikian, film ini menghadirkan paradigma baru tentang maskulinitas perempuan sebagai bentuk resistensi terhadap ketidakadilan gender dalam masyarakat.

Kata kunci: Representasi, Perempuan Maskulin, Film Bonnie, Semiotika, Roland Barthes.







ABSTRACT

Ani Istichomah Rofi`ah, NIM:21.12.11.101. The Representation of Masculine Women in the Film Bonnie (Semiotic Analysis of Roland Barthes). Thesis. Department of Communication and Islamic Broadcasting. Faculty of Ushuluddin and Da’wah. State Islamic University of Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Film, as a mass media form, plays a significant role in shaping societal views on gender. Women have long been represented as weak and subordinate figures. However, the film Bonnie (2024) presents female characters who are strong, courageous, and resistant to gender stereotypes. Through the characters of Bonnie and her mother, the film demonstrates that masculine traits such as bravery and assertiveness can also be possessed by women. This phenomenon indicates a shift in gender meaning within Indonesian cinema, where women increasingly appear as empowered protagonists capable of breaking through patriarchal cultural boundaries. This research aims to describe the representation of masculine women portrayed through the characters Bonnie and Kinan (Bonnie’s mother), and to explain how they transcend gender limitations, reject negative stereotypes, and confront gender-based injustice.

This study employs a qualitative method with Roland Barthes’ semiotic analysis approach, focusing on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth. Primary data were obtained from a close analysis of selected scenes that depict acts and symbols of resistance against gender injustice, while secondary data were gathered from relevant books, journals, and previous studies.

The findings reveal that Bonnie and her mother, Kinan, represent masculine women through their bravery, independence, and ability to make decisions in high-pressure situations. At the connotative level, both characters symbolize resistance against patriarchal culture that restricts women’s roles. At the myth level, the film Bonnie affirms that strength and assertiveness are not qualities exclusive to men but are also expressions of modern women’s existence. Thus, the film presents a new paradigm of female masculinity as a form of resistance against gender injustice in society.

Keywords: Representation, Masculine Women, Bonnie Film, Semiotics, Roland Barthes.


Ketersediaan

SK202640006.12x7.5 ROF r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.5)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.5 ROF r c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
159 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this