AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
PERAN AGAMA SEBAGAI PEMBENTUK MORAL DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA BUYA HAMKA (Perspektif Moral Immanuel Kant)
ABSTRAK
Irkham Rizaldi, 211121002, Peran Agama Sebagai Pembentuk Moral Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka (Perspektif Moral Immanuel Kant), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mas Said Surakarta 2025.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agama sebagai pembentuk moral dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Buya Hamka dengan menggunakan perspektif moral Immanuel Kant. Fokus utama penelitian ini adalah menelaah bagaimana nilai-nilai agama Islam berfungsi sebagai dasar pembentukan moral tokoh-tokoh dalam novel serta bagaimana relevansinya dengan kehidupan sosial manusia modern. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif-analitik, interpretatif, dan analisis isi (content analysis). Sumber data primer berasal dari novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sedangkan sumber data sekunder berupa buku, jurnal, dan tulisan ilmiah yang relevan dengan tema moral, agama, dan pemikiran Immanuel Kant.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Buya Hamka menempatkan agama sebagai pedoman moral yang mengoreksi penyimpangan sosial akibat adat dan status sosial. Melalui tokoh Zainuddin, Hamka menampilkan religiusitas yang rasional, kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab moral terhadap Tuhan dan sesama. Nilai-nilai tersebut mencerminkan prinsip moralitas Kantian yang menekankan tindakan berdasarkan kewajiban moral (duty) dan kesadaran batin, bukan dorongan emosional atau kepentingan pribadi. Novel ini juga menegaskan bahwa moral sejati bersumber dari kesatuan antara iman dan rasio, di mana agama memberikan dimensi spiritual sedangkan akal memberikan pertimbangan etis universal.
Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck tidak hanya merupakan karya sastra religius, tetapi juga refleksi filosofis tentang hubungan antara agama, moralitas, dan kemanusiaan universal. Buya Hamka berhasil menggabungkan nilai-nilai Islam dengan prinsip moral rasional yang sejalan dengan etika Kant, menjadikan novel ini relevan sebagai media pembentukan karakter dan moral masyarakat modern.
Kata Kunci: Agama, Moral, Buya Hamka, Immanuel Kant, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck,
Etika
ABSTRACT
Irkham Rizaldi, 211121002, Peran Agama Sebagai Pembentuk Moral Dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck Karya Buya Hamka (Perspektif Moral Immanuel Kant), Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Mas Said Surakarta 2025.
This research aims to analyze the role of religion as a moral foundation in Buya Hamka‘s novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck through the perspective of Immanuel Kant‘s moral philosophy. The main focus is to examine how Islamic religious values function as the basis for shaping the characters‘ morality and how these values remain relevant to contemporary social life. This study employs a qualitative approach using descriptive, interpretative, and content analysis methods. The primary data source is Buya Hamka‘s novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, while secondary sources include books, journals, and scholarly articles related to religion, morality, and Kantian ethics.
The findings reveal that Buya Hamka positions religion as the ultimate guide to morality, correcting social deviations caused by rigid traditions and social hierarchy. Through the character of Zainuddin, Hamka presents religious rationality, patience, sincerity, and moral responsibility toward God and others. These values align with Kant‘s moral principle emphasizing moral duty and rational awareness rather than emotional or self-interested motives. The novel highlights that true morality arises from the unity between faith and reason, where religion provides the spiritual foundation and reason supplies universal ethical judgment.
In conclusion, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck is not merely a religious literary work but also a philosophical reflection on the relationship between religion, morality, and universal humanity. Buya Hamka successfully integrates Islamic ethics with Kantian moral rationalism, making the novel relevant as a medium for character formation and moral education in modern society.
Keywords: Religion, Morality, Buya Hamka, Immanuel Kant, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Ethics.
Ketersediaan
| SK202610004 .1 | 2x7.5 AZI s c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 AZI s c1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : surakata., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
82 hlm , 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 AZI s c1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Dr. . M Nurisman.Ag
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






