AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM
BAHASA DAN ALIENASI: PEMBENTUKAN IDENTITAS SUBJEK MENURUT JACQUES LACAN PERSPEKTIF DIALETIKA GEORGE WILHELM FRIEDRICH HEGEL
Dadang Fuat Khusnaini, 211121068, Bahasa dan Alienasi: Pembentukan Identitas Subjek menurut Jacques Lacan Perspektif Dialetika George Wilhelm Friedrich Hegel, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Dalam tradisi filsafat, persoalan tentang subjek selalu menjadi medan yang tak kunjung selesai. Jacques Lacan, melalui pembacaan psikoanalitiknya terhadap Freud, menghadirkan konsep subjek yang radikal: subjek tidak hadir sebagai kesatuan yang utuh dan sadar, melainkan sebagai entitas yang terbelah dan dikonstruksi oleh bahasa. Penelitian ini bermaksud untuk mengulas subjek Lacanian ditinjau dengan dialektika Hegelian dan memahami implikasi filosofisnya dengan rumusan masalah: 1) bagaimana Lacan mengkonstruksikan bahasa sebagai pembentukan identitas?; 2) bagaimana bahasa dalam pemikiran Jacques Lacan menjadikan subjek teralienasi ditinjau dengan dialektika Hegelian?; dan, 3) apa implikasi filosofis yang dapat ditarik dari identitas subjek Lacanian dalam relasi kuasa ideologis?
Penelitian ini bersifat studi pustaka (library research) dengan mengkaji pemikiran Jacques Lacan melalui analisis tekstual-kontekstual terhadap karya-karya maupun seminarnya sebagai sumber primner penelitian. Dibantu dengan sumber-sumber sekunder yang berkaitan dengan kajian pemikiran Jacques Lacan. Analisis data yang digunakan: deskriptif, verstehen, dan interpretasi.
Hasil penelitian: 1) Subjek dalam kerangka pemikiran Lacanian tidak pernah hadir sebagai entitas yang utuh dan otonom, melainkan sebagai hasil dari struktur bahasa yang membelah dan menandai dirinya. Subjek tidak mendahului bahasa, tetapi justru lahir melalui bahasa. 2) Dialektika Hegelian menampilkan bahwa pengakuan yang dicari subjek Lacanian selalu bersifat paradoksal: setiap upaya mengenali diri berakhir pada misrecognition (méconnaissance). Subjek menemukan identitasnya di hadapan cermin simbolik—entah melalui bahasa, ideologi, atau hubungan sosial—namun pengenalan itu selalu meneguhkan keterasingannya. 3) Implikasi filosofis penelitian ini berkesimpulan bahwa subjek senantiasa hidup dalam ketegangan antara kekuasaan dan tanggung jawab. Kuasa hadir bukan sebagai dominasi bebas, melainkan sebagai efek dari posisi subjek dalam struktur ideologis dan simbolik yang memproduksinya.
Kata Kunci: Alienasi, Bahasa, Dialektika Hegelian, Jacques Lacan
ABSTRAK
Dadang Fuat Khusnaini, 211121068, Language and Alienation: The Formation of Subject Identity according to Jacques Lacan from the Dialectical Perspective of George Wilhelm Friedrich Hegel, Aqidah and Islamic Philosophy Study Program, Department of Ushuluddin and Humanities, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
In the tradition of philosophy, the question of the subject has always been an unresolved issue. Jacques Lacan, through his psychoanalytic reading of Freud, presents a radical concept of the subject: the subject does not exist as a whole and conscious entity, but rather as a divided entity constructed by language. This study aims to review the Lacanian subject in light of Hegelian dialectics and understand its philosophical implications with the following questions: 1) How does Lacan construct language as the formation of identity? 2) how does language in Jacques Lacan's thinking alienate the subject when viewed through Hegelian dialectics?; and, 3) what philosophical implications can be drawn from the Lacanian subject's identity in ideological power relations?
This research is a library research study that examines Jacques Lacan's thinking through a textual-contextual analysis of his works and seminars as primary sources of research. It is supplemented by secondary sources related to the study of Jacques Lacan's thinking. The data analysis used is descriptive, verstehen, and interpretive.
Research results: 1) Subjects in the Lacanian framework of thought never exist as whole and autonomous entities, but rather as the result of a linguistic structure that divides and marks them. The subject does not precede language, but is born through language. 2) Hegelian dialectics show that the recognition sought by the Lacanian subject is always paradoxical: every attempt at self-recognition ends in misrecognition (méconnaissance). The subject finds its identity in front of a symbolic mirror—whether through language, ideology, or social relations—but that recognition always reinforces its alienation. 3) The philosophical implications of this research conclude that the subject always lives in tension between power and responsibility. Power is not present as free domination, but as an effect of the subject's position in the ideological and symbolic structures that produce it.
Keywords: Alienation, Language, Hegelian Dialectic, Jacques Lacan
Dadang Fuat Khusnaini, 211121068, Bahasa dan Alienasi: Pembentukan Identitas Subjek menurut Jacques Lacan Perspektif Dialetika George Wilhelm Friedrich Hegel, Program Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Jurusan Ushuluddin dan Humaniora, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Dalam tradisi filsafat, persoalan tentang subjek selalu menjadi medan yang tak kunjung selesai. Jacques Lacan, melalui pembacaan psikoanalitiknya terhadap Freud, menghadirkan konsep subjek yang radikal: subjek tidak hadir sebagai kesatuan yang utuh dan sadar, melainkan sebagai entitas yang terbelah dan dikonstruksi oleh bahasa. Penelitian ini bermaksud untuk mengulas subjek Lacanian ditinjau dengan dialektika Hegelian dan memahami implikasi filosofisnya dengan rumusan masalah: 1) bagaimana Lacan mengkonstruksikan bahasa sebagai pembentukan identitas?; 2) bagaimana bahasa dalam pemikiran Jacques Lacan menjadikan subjek teralienasi ditinjau dengan dialektika Hegelian?; dan, 3) apa implikasi filosofis yang dapat ditarik dari identitas subjek Lacanian dalam relasi kuasa ideologis?
Penelitian ini bersifat studi pustaka (library research) dengan mengkaji pemikiran Jacques Lacan melalui analisis tekstual-kontekstual terhadap karya-karya maupun seminarnya sebagai sumber primner penelitian. Dibantu dengan sumber-sumber sekunder yang berkaitan dengan kajian pemikiran Jacques Lacan. Analisis data yang digunakan: deskriptif, verstehen, dan interpretasi.
Hasil penelitian: 1) Subjek dalam kerangka pemikiran Lacanian tidak pernah hadir sebagai entitas yang utuh dan otonom, melainkan sebagai hasil dari struktur bahasa yang membelah dan menandai dirinya. Subjek tidak mendahului bahasa, tetapi justru lahir melalui bahasa. 2) Dialektika Hegelian menampilkan bahwa pengakuan yang dicari subjek Lacanian selalu bersifat paradoksal: setiap upaya mengenali diri berakhir pada misrecognition (méconnaissance). Subjek menemukan identitasnya di hadapan cermin simbolik—entah melalui bahasa, ideologi, atau hubungan sosial—namun pengenalan itu selalu meneguhkan keterasingannya. 3) Implikasi filosofis penelitian ini berkesimpulan bahwa subjek senantiasa hidup dalam ketegangan antara kekuasaan dan tanggung jawab. Kuasa hadir bukan sebagai dominasi bebas, melainkan sebagai efek dari posisi subjek dalam struktur ideologis dan simbolik yang memproduksinya.
Kata Kunci: Alienasi, Bahasa, Dialektika Hegelian, Jacques Lacan
ABSTRAK
Dadang Fuat Khusnaini, 211121068, Language and Alienation: The Formation of Subject Identity according to Jacques Lacan from the Dialectical Perspective of George Wilhelm Friedrich Hegel, Aqidah and Islamic Philosophy Study Program, Department of Ushuluddin and Humanities, Faculty of Ushuluddin and Dakwah, Raden Mas Said State Islamic University Surakarta, 2025.
In the tradition of philosophy, the question of the subject has always been an unresolved issue. Jacques Lacan, through his psychoanalytic reading of Freud, presents a radical concept of the subject: the subject does not exist as a whole and conscious entity, but rather as a divided entity constructed by language. This study aims to review the Lacanian subject in light of Hegelian dialectics and understand its philosophical implications with the following questions: 1) How does Lacan construct language as the formation of identity? 2) how does language in Jacques Lacan's thinking alienate the subject when viewed through Hegelian dialectics?; and, 3) what philosophical implications can be drawn from the Lacanian subject's identity in ideological power relations?
This research is a library research study that examines Jacques Lacan's thinking through a textual-contextual analysis of his works and seminars as primary sources of research. It is supplemented by secondary sources related to the study of Jacques Lacan's thinking. The data analysis used is descriptive, verstehen, and interpretive.
Research results: 1) Subjects in the Lacanian framework of thought never exist as whole and autonomous entities, but rather as the result of a linguistic structure that divides and marks them. The subject does not precede language, but is born through language. 2) Hegelian dialectics show that the recognition sought by the Lacanian subject is always paradoxical: every attempt at self-recognition ends in misrecognition (méconnaissance). The subject finds its identity in front of a symbolic mirror—whether through language, ideology, or social relations—but that recognition always reinforces its alienation. 3) The philosophical implications of this research conclude that the subject always lives in tension between power and responsibility. Power is not present as free domination, but as an effect of the subject's position in the ideological and symbolic structures that produce it.
Keywords: Alienation, Language, Hegelian Dialectic, Jacques Lacan
Ketersediaan
| SK202610003.1 | 2x7.5 AZI s c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x 3 KHU) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 AZI s c1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
121 Hlm , 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 AZI s c1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Krisbowo Laksonono, S.Ud., M. Hum
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






