Image of KAJIAN TAFSIR DI MEDIA SOSIAL PADA ISU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI AKUN INSTAGRAM @QURANREVIEW
(ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A VAN DIJK)

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KAJIAN TAFSIR DI MEDIA SOSIAL PADA ISU KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DI AKUN INSTAGRAM @QURANREVIEW (ANALISIS WACANA KRITIS TEUN A VAN DIJK)



ABSTRAK
Ulya Nidaul Husna, 201111091, Kajian Tafsir Media Sosial (Analisis Wacana
Kritis Teun A Van Dijk pada Isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Akun
Instagram @Quranreview), Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Ushuluddin dan
Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan
dalam penyampaian dakwah dan penafsiran Al-Qur’an, termasuk melalui media
sosial. Instagram, sebagai salah satu platform media sosial yang paling populer di
Indonesia, dimanfaatkan oleh berbagai akun keislaman untuk menyampaikan
pesan-pesan keagamaan, termasuk kajian tafsir. Salah satu akun yang popular
dalam hal ini adalah @quranreview, yang secara aktif mengangkat isu-isu sosial
kontemporer dengan pendekatan tafsir Al-Qur’an. Di sisi lain, kasus kekerasan
dalam rumah tangga (KDRT) di Indonesia masih menunjukkan angka yang tinggi,
dan seringkali ayat-ayat Al-Qur’an seperti Qs. An-Nisa ayat 34 disalahpahami
sebagai pembenaran terhadap kekerasan tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana akun @quranreview
merepresentasikan isu KDRT dalam perspektif tafsir Al-Qur’an, menggunakan
pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk yang mencakup tiga
dimensi: teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data primer berasal dari tiga unggahan
akun @quranreview yang membahas KDRT, sedangkan data sekunder diperoleh
dari literatur terkait tafsir, media sosial, dan kekerasan dalam rumah tangga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa @quranreview menyajikan wacana
tafsir yang kontekstual, relevan, dan edukatif. Dalam dimensi teks, konten
menekankan nilai keadilan, perlindungan terhadap perempuan, dan penolakan
terhadap kekerasan. Dari sisi kognisi sosial, terlihat pemahaman yang mendalam
dari pembuat konten terhadap realitas sosial yang berkembang. Sementara pada
konteks sosial, respons positif dari masyarakat menunjukkan bahwa media sosial
dapat menjadi medium efektif dalam menyampaikan penafsiran Al-Qur’an yang
inklusif dan responsif terhadap problem sosial.
Kata Kunci: Tafsir Al-Qur’an, Media Sosial, Kekerasan Dalam Rumah Tangga,
Van Dijk, Wacana Kritis, @Quranreview
vii
ABSTRACT
Ulya Nidaul Husna, 201111091, Kajian Tafsir Media Sosial (Analisis Wacana
Kritis Teun A Van Dijk pada Isu Kekerasan Dalam Rumah Tangga di Akun
Instagram @Quranreview), Science of the Qur'an and Tafsir, Ushuluddin and
Da'wah Raden Mas Said University Surakarta, 2025.
The expansion of digital technology has significantly influenced the
methods used to disseminate Islamic teachings, including Qur’anic interpretation.
Social media, particularly Instagram, has emerged as a popular platform among
Islamic educators and content creators. Among these, the @Quranreview account
stands out for its ability to present Qur’anic exegesis in response to contemporary
social issues. One of the prominent issues addressed is domestic violence (DV),
which remains alarmingly prevalent in Indonesia. Misinterpretations of verses such
as Surah An-Nisa (4:34) often serve as justification for abuse, prompting the need
for more contextual and accurate explanations.
This study investigates how @Quranreview constructs discourse around
domestic violence using Teun A. Van Dijk’s model of Critical Discourse Analysis,
which includes three dimensions: textual structure, social cognition, and social
context. Employing a qualitative library research approach, this study analyzes
three Instagram posts published by @Quranreview that address DV, supported by
secondary literature on Qur’anic interpretation, media discourse, and gender-based
violence.
Findings reveal that @Quranreview delivers Qur’anic interpretation in a
contextual, informative, and solution-oriented manner. The textual analysis
highlights themes of justice, nonviolence, and women’s protection. The social
cognition dimension reflects the content creator’s awareness of the socio-cultural
dynamics surrounding DV. Meanwhile, the social context analysis shows a largely
positive public reception, indicating that social media is an effective medium for
promoting inclusive and responsive to social issues.
Keywords: Qur’anic Exegesis, Domestic Violence, Social Media, Critical
Discourse Analysis, Van Dijk, @Quranreview


Ketersediaan

SK202620016.12x1 HUS K c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.5 AZI s c
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
100 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.5 AZI s c
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.