Detail Cantuman
Advanced SearchILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
ANALISIS HERMENEUTIKA HANS-GEORG GADAMER TERHADAP PENAFSIRAN QURAISH SHIHAB MENGENAI QS. AṬ-ṬALAQ (65): 2-3 DALAM TAFSIR AL-MISHBAH
ABSTRAK
Muhammad Afdhol Mulyadi. NIM: 211111094. Analisis Hermeneutika Hans
Georg Gadamer Terhadap Penafsiran Quraish Shihab Mengenai QS. Aṭ-Ṭalaq
(65): 2-3 dalam Tafsir Al-Mishbah. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Surakarta. 2025.
Masalah ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sering
mendorong masyarakat modern, termasuk di Indonesia, untuk menghalalkan
segala cara dalam mencari nafkah. Islam menawarkan solusi melalui konsep
ketakwaan yang dijanjikan Allah dengan jaminan jalan keluar dan rezeki.
Pemahaman atas janji ilahi ini melahirkan beragam penafsiran, termasuk dari M.
Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah. Penelitian ini menganalisis
penafsirannya terhadap QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3, yang relevan dengan tema jaminan
rezeki bagi orang bertakwa.
Fokus penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: (1) Bagaimana
penafsiran M. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah tentang QS. Aṭ-Ṭalaq ayat
2-3? (2) Bagaimana analisis hermeneutika Hans-Georg Gadamer terhadap
penafsiran Quraish Shihab mengenai QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3?. Penelitian ini
memakai metodologi kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (Library
Research) dengan menganalisis QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3 dalam Tafsir Al-Mishbah
menggunakan analisis hermeneutika Gadamer. Sumber data primer dalam
penelitian ini, yakni Al-Qur’an dan Tafsir Al-Mishbah.
Hasil penelitian ini menjelaskan bagaimana penafsiran serta pendapat
Quraish Shihab terkait QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3 yang relevan dengan tema jaminan
rezeki dan jalan keluar bagi orang bertakwa yakni: (1) Quraish Shihab
menafsirkan QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3 dengan menekankan bahwa janji Allah bagi
orang bertakwa tidak terbatas pada rezeki materi, tetapi juga mencakup aspek
spiritual dan psikologis, seperti ketenangan batin, solusi masalah, dan pertolongan
dari arah yang tidak terduga. Serta janji ilahi ini bersifat universal, berlaku bagi
semua orang yang memenuhi kualifikasi ketakwaan, tanpa memandang status
sosial atau ekonomi. (2) Penafsiran Quraish Shihab tersebut ketika dianalisis
dengan hermeneutika Gadamer menunjukkan bahwa keterpengaruhan latar
belakang Quraish Shihab berpadu dengan horizon pemahaman pembaca
kontemporer, sehingga melahirkan asimilasi horizon. Proses ini kemudian
membentuk penafsiran dalam Tafsir Al-Misbah terkait QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3,
yang pada masa kini sering dikaitkan dengan pencarian rezeki dan jalan keluar
dari kesulitan hidup. Quraish Shihab menyatakan bahwasanya janji Allah dalam
QS. Aṭ-Ṭalaq ayat 2-3 yaitu rezeki yang khusus untuk orang bertakwa (al-rizq al
mau‘ūd) adalah pasti, namun hanya dapat diakses dan diwujudkan melalui jalur
ketakwaan yang diwujudkan dengan bersungguh-sungguh mencari dan
mengonsumsi rezeki yang halal serta menjauhi segala bentuk yang haram, sambil
tetap bertawakal kepada Allah.
Kata Kunci: Tafsir, Hermeneutika, Hans-Georg Gadamer, Quraish Shihab, Takwa,
Rezeki
ix
ABSTRACT
Muhammad Afdhol Mulyadi. NIM: 211111094. Analisis Hermeneutika Hans
Georg Gadamer Terhadap Penafsiran Quraish Shihab Mengenai QS. Aṭ-Ṭalaq
(65): 2-3 dalam Tafsir Al-Mishbah. Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Surakarta. 2025
This Economic challenges and difficulties in meeting basic needs often
drive modern societies, including in Indonesia, to justify any means in seeking
livelihood. Islam offers a solution through the concept of piety, which Allah
promises with guarantees of solutions and sustenance. The understanding of this
divine promise has spawned diverse interpretations, including from M. Quraish
Shihab in his Tafsir Al-Mishbah. This research analyzes his interpretation of QS.
Aṭ-Ṭalaq verses 2-3, which are relevant to the theme of guaranteed sustenance for
the pious.
The research focuses on: (1) How does M. Quraish Shihab interpret QS. Aṭ
Ṭalaq verses 2-3 in Tafsir Al-Misbah? (2) How does Hans-Georg Gadamer’s
hermeneutical analysis apply to Quraish Shihab’s interpretation of QS. Aṭ-Ṭalaq
verses 2-3? This study employs qualitative methodology with library research,
analyzing QS. Aṭ-Ṭalaq verses 2-3 in Tafsir Al-Mishbah using Gadamer’s
hermeneutical analysis. The primary data sources are the Quran and Tafsir Al
Mishbah.
The research findings explain Quraish Shihab’s interpretation regarding QS.
Aṭ-Ṭalaq verses 2-3 relevant to the theme of guaranteed sustenance and solutions
for the pious: (1) Quraish Shihab interprets QS. Aṭ-Ṭalaq verses 2-3 by
emphasizing that Allah’s promise for the pious is not limited to material
sustenance but also encompasses spiritual and psychological aspects, such as inner
peace, solutions to problems, and assistance from unexpected sources.
Furthermore, this divine promise is universal, applicable to all who fulfill the
qualifications of piety, regardless of social or economic status. (2) When analyzed
through Gadamer’s hermeneutics, Shihab’s interpretation reveals a fusion of
horizons, where his intellectual background converges with contemporary readers’
understanding. This process shapes the interpretation in Tafsir Al-Mishbah
concerning QS. Aṭ-Ṭalaq verses 2-3, which is often associated in modern contexts
with the pursuit of sustenance and solutions to life’s difficulties. Quraish Shihab
asserts that Allah’s promise in QS. Aṭ-Ṭalaq verses 2-3 specifically the special
sustenance for the pious (al-rizq al-mau‘ūd) is certain. However, it can only be
accessed and realized through the path of piety, manifested by earnestly seeking
and consuming lawful sustenance while avoiding all forms of the unlawful, all
while maintaining trust in Allah.
Keywords: Interpretation, Hermeneutics, Hans-Georg Gadamer, Quraish Shihab,
Piety, Sustenance
Ketersediaan
| sk202620010.1 | 2x1 mul a c1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 mul a c1
|
| Penerbit | : ., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
103 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MUHAMMAD AFDHOL MULYADI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






