Detail Cantuman
Advanced SearchTASAWUF DAN PSIKOTERAPI
PERAN RELIGIOSITAS PADA KONDISI PSYCHOLOGICAL WELL- BEING REMAJA PUTUS SEKOLAH DI PANTI PELAYANAN SOSIAL “TARUNA YODHA” KABUPATEN SUKOHARJO
Putus sekolah bagi seorang remaja merupakan permasalahan yang sangat serius,
karena dengan adanya masalah ini menunjukkan tidak akan sanggup menghadapi
tantangan yang ada dimasa depan. Dampak putus sekolah yang dapat
mempengaruhi kondisi psikologis remaja putus sekolah terdapat adanya keterkaitan
antara konsep kesejahteraan. Pada masa ini, seseorang akan cenderung mengalami
perasaan cemas, khawatir dan tidak percaya diri dalam kehidupannya. Salah satu
cara yang dapat dilakukan untuk membantu kesejahteraan psikologis adalah dengan
menanamkan religiositas ke dalam diri remaja melalui kegiatan keagamaan yang
diterapkan oleh Panti Taruna Yodha Sukoharjo. Penelitian ini sehingga bertujuan
untuk mendeskripsikan peran religiositas pada kondisi kesejahteraan psikologis.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan
pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama pada penelitian ini
berjumlah tiga orang dan informan tambahan berjumlah tiga orang. Teknik
pemilihan informan menggunakan tiga karakteristik yaitu remaja berusia 17 hingga
22 tahun, putus sekolah atau tidak menyelesaikan pendidikan sampai tuntas dari
jenjang sekolah, dan aktif dalam beberapa kegiatan panti. Pengumpulan data dalam
penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Keabsahan data yang digunakan yaitu triangulasi sumber dan metode.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik Moustakas.
Hasil penelitian ini adalah proses religiosita dari melalui lima aspek yaitu
ideologi atau keyakinan, peribadatan, penghayatan, pengetahuan, dan pengamalan.
Dimana masing-masing dari aspek religiositas yang dapat mempengaruhi kondisi
kesejahteraan psikologis seseorang dalam mengatasi perasaan cemas terhadap
kehidupannya. Keikutsertaan dalam kegiatan keagamaan membuat seseorang sadar
akan pentingnya melaksanakan ibadah dan meyakini takdir Allah SWT,
meningkatkan interaksi sosial, lebih bersyukur, serta berfikir positif sehingga
membantu tercapainya kesejahteraan psikologis. Selain itu, religiositas juga
berdampak pada pengendalian diri dan penerimaan diri. Dengan menyadari
pentingnya sikap kepedulian maka akan membantu seseorang menerima segala
kekurangan maupun kelebihan yang ada dalam dirinya.
Kata Kunci : Pendidikan, Religiositas, Kesejahteraan Psikologis
Dropping out of school for a teenager is a very serious problem, because with this
problem it shows that they will not be able to face the challenges that exist in the future.
The impact of dropping out of school that can affect the psychological condition of dropout
teenagers is related to the concept of well-being. At this time, a person will tend to
experience feelings of anxiety, worry and lack of confidence in their lives. One way that
can be done to help psychological well-being is to instill religiosity in teenagers through
religious activities implemented by Panti Taruna Yodha Sukoharjo. This study aims to
describe the role of religiosity in psychological well-being.
The research method used in this study is qualitative with a phenomenological
approach. The data collection techniques used are interviews, observation, and
documentation. The main informants in this study numbered three people and additional
informants numbered three people. The informant selection technique uses three
characteristics, namely teenagers aged 17 to 22 years, dropping out of school or not
completing their education to completion from school level, and being active in several
orphanage activities. Data collection in this study used three methods, namely interviews,
observation, and documentation. The validity of the data used is triangulation of sources
and methods. Data analysis in this study uses the Moustakas technique.
The results of this study are the religiosity process through five aspects, namely
ideology or belief, worship, appreciation, knowledge, and practice. Where each aspect of
religiosity can affect a person's psychological well-being in overcoming feelings of anxiety
about their lives. Participation in religious activities makes a person aware of the
importance of carrying out worship and believing in the destiny of Allah SWT, increasing
social interaction, being more grateful, and thinking positively so as to help achieve
psychological well-being. In addition, religiosity also has an impact on self-control and
self-acceptance. By realizing the importance of a caring attitude, it will help a person accept
all the shortcomings and advantages that exist in him.
Keywords: Education, Religiosity, Psychological Well-being
Ketersediaan
| SK202560023.1 | 2X5.2 SEL | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X5.2) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X5.2 SEL
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
104 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Vera Imanti
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






