Image of Self Compassion Pada Wanita Yang Mengalami Perceraian.

Text

Self Compassion Pada Wanita Yang Mengalami Perceraian.



Elvinia Yunirayanti. 18.11.41.065. Self Compassion Pada Wanita Yang Mengalami Perceraian. Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Setiap individu yang memasuki hubungan pernikahan memiliki harapan menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, langgeng sampai maut memisahkan. Pada kenyataannya pernikahan yang dijalani tidak akan selalu berakhir dengan kebahagiaan. Perbedaan pendapat, ketidakcocokan, dan bahkan tidak ada lagi kenyamanan yang dirasakan. Sehingga perpisahan dianggap sebagai suatu alternatif terakhir yang ditempuh. Wanita yang mengalami perceraian akan mengalami ketidakstabilan emosi yang ditandai oleh emosi negatif dan tak jarang menyalahkan diri sendiri akibat kegagalan yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Self Compassion pada wanita dalam menghadapi pengalaman perceraianya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi. Kriteria informan yang dibutuhkan peneliti pada penelitian ini yaitu: Usia 19-40 tahun, wanita yang bercerai minimal 4 bulan. Subjek penelitian ini melibatkan 3 informan wanita yang mengalami perceraian serta 3 saudara kandung informan sebagai significant other. Teknik analisis data menggunakan Miles and Huberman diantaranya: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini diperoleh bahwa wanita yang mengalami perceraian di desa jumapolo menggambarkan self compassion yang positif pada dirinya dalam mengasihi dirinya serta menghadapi kondisi perceraian yang dialaminya. Subjek mampu bersikap baik pada diri sendiri dengan selalu menguatkan dirinya. Meskipun menyadari bahwa dirinya tidak sempurna dan sempat merasa gagal, tetapi subjek berusaha belajar memaafkan dirinya. Subjek menerima kenyataan terhadap peristiwa perceraian yang dialami sebagai bagian dari takdir atau skenario Tuhan dan tetap menjaga hubungan sosial dengan ikut serta dalam kegiatan kemasyarakatan. Untuk mengelola emosi negatif dengan cara melakukan aktivitas positif seperti membuat makanan (snack) untuk dijual, jalan-jalan bersama teman serta bekerja. Peran sebagai ibu menjadi alasan kuat bagi mereka untuk bangkit dan memperbaiki hidup. Dukungan dari keluarga, teman, dan kepercayaan kepada Tuhan juga sangat membantu proses pemulihan mereka. Dengan demikian, self-compassion menjadi hal penting yang membantu wanita menghadapi dan bangkit dari perceraiannya.

Kata Kunci: Self compassion, Wanita, Perceraian


Ketersediaan

SK202570093.12x7.150 YUN s c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 150 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this