Image of Netiquette Bermedia Sosial Pada Penggemar NCT di Kota Gresik.

Text

Netiquette Bermedia Sosial Pada Penggemar NCT di Kota Gresik.



Dyah Sitoresmi Indrawati. NIM : 181141027. Netiquette Bermedia Sosial Pada Penggemar NCT di Kota Gresik. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
Media sosial di era digital saat ini telah menjadi ruang ekspresi yang luas dan bebas, tetapi kebebasan ini sering kali tidak diiringi dengan kesadaran etis dari para penggunanya. Minimnya kemampuan dalam menyaring informasi dan memilah konten yang layak konsumsi mencerminkan lemahnya literasi digital, yang pada akhirnya menyebabkan etika bermedia sosial kerap diabaikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam praktik netiquette atau etika digital yang dijalankan oleh penggemar NCT (NCTzen) di Kota Gresik dalam aktivitas bermedia sosial, khususnya saat mengekspresikan dukungan terhadap idolanya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Subjek penelitian berjumlah lima orang anggota komunitas NCTZen Gresik yang aktif menggunakan media sosial, berusia antara 18 hingga 21 tahun, dan dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria keterlibatan aktif dalam aktivitas daring fandom. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber guna meningkatkan validitas temuan. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña (2014) yang meliputi tiga tahap, yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan serta verifikasi kesimpulan (conclusion drawing/verification), yang berlangsung secara simultan dan berkesinambungan selama proses penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan adanya empat tema utama yang mencerminkan kesadaran dan penerapan netiquette oleh para penggemar NCT di Kota Gresik, yaitu: kesadaran etika digital, refleksi dan pengendalian diri, membangun citra diri positif, dan etika dalam relasi sosial digital. Kesadaran etika digital para informan tercermin dari upaya menghindari konflik daring, menghargai perbedaan, dan menjaga privasi. Pengalaman negatif mendorong refleksi dan pengendalian diri, sementara kesadaran akan jejak digital membentuk komitmen menjaga citra diri dengan menghindari hoaks dan ujaran kebencian. Etika dalam relasi sosial tampak dari sikap sopan dan penghargaan terhadap sesama pengguna, yang menegaskan bahwa netiquette mencerminkan kedewasaan, tanggung jawab sosial, dan kecerdasan emosional dalam berinteraksi di media sosial. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya edukasi literasi digital berbasis etika bagi remaja penggemar budaya populer serta perlunya riset lanjutan terkait pengaruh faktor eksternal terhadap perilaku netiquette dalam komunitas daring.


Kata kunci : Netiquette, Etika Digital, Remaja Penggemar K-Pop, Media Sosial


Ketersediaan

SK202570091.12x7.150 IND n c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30 cm., 154 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this