No image available for this title

Text

Konsep Diri Remaja yang Mengalami Kekerasan Verbal Orang Tua. Psikologi Islam.



Dian Rahmawati. 18.11.41.044. Konsep Diri Remaja yang Mengalami Kekerasan Verbal Orang Tua. Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Kekerasan verbal dari orang tua berpotensi menimbulkan kerentanan psikologis pada anak, khususnya remaja, seperti rendahnya harga diri, kebingungan identitas, serta kesulitan dalam menjalani tugas-tugas perkembangan. Padahal idealnya, remaja perlu tumbuh dalam lingkungan yang mendukung, penuh penghargaan, dan menjalin komunikasi yang sehat agar mampu membentuk konsep diri yang positif dan menjalani fase perkembangan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam gambaran konsep diri remaja yang mengalami kekerasan verbal orang tua.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Informan penelitian terdiri dari tiga informan utama dan tiga informan pendukung (significant others) yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi , yaitu remaja berusia lima belas hingga sembilan belas tahun dan mengalami kekerasan verbal dalam kurun waktu satu tahun belakangan.Teknik pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi. Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif. Miles, Huberman, dan Saldana (2014) menjelaskan bahwa analisis data meliputi tahapan reduksi atau kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep diri remaja korban kekerasan verbal dari orang tua terbentuk melalui proses psikologis yang dinamis serta kompleks, yang dipengaruhi oleh interaksi antara dimensi internal, seperti resiliensi, refleksi diri, dan motivasi personal serta dimensi eksternal, seperti dukungan sosial, lingkungan keluarga, pendidikan, dan budaya. Kekerasan verbal memberikan dampak psikologis bagi remaja berupa kebingungan identitas, perasaan tidak berharga, dan evaluasi diri yang negatif. Namun demikian, remaja tetap menunjukkan kapasitas untuk pulih melalui proses refleksi, pemaknaan pengalaman, dan penerapan strategi adaptif berupa regulasi emosi, relasi sosial yang suportif, keterlibatan dalam aktivitas spiritual serta aktivitas produktif. Pada proses ini, identitas diri, harga diri, spiritualitas, dan perawatan diri (self care) menjadi pondasi penting dalam pembentukan konsep diri yang lebih positif dan bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran ilmiah di bidang psikologi sosial, khususnya untuk pembahasan mengenai remaja, konsep diri, maupun kekerasan verbal.

Kata Kunci: Remaja, Konsep Diri, Kekerasan Verbal


Ketersediaan

SK202570088.12x7.150 RAHPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
30cm., 167 hlm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this