Image of PERILAKU PRO-LINGKUNGAN AKTIVIS DI LERENG MERAPI: STUDI FENOMENOLOGI

Text

PERILAKU PRO-LINGKUNGAN AKTIVIS DI LERENG MERAPI: STUDI FENOMENOLOGI



ABSTRAK
Yayan Eka Putri. NIM: 211141139. Perilaku Pro-Lingkungan Aktivis di Lereng Merapi: Studi Fenomenologi. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Kerusakan lingkungan akibat letusan Gunung Merapi berdampak signifikan bagi masyarakat di sekitarnya, termasuk Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah. Meskipun telah banyak upaya pemulihan yang dilakukan, peran aktivis lingkungan menjadi krusial dalam memitigasi dan memulihkan kerusakan lingkungan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku pro-lingkungan para aktivis di Desa Balerante dan dampaknya terhadap masyarakat.
Penelitian menggunakan metode kualitatif fenomenologi dengan observasi dan wawancara, serta teknik analisis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek penelitian terdiri atas lima orang yang berperan penting dalam gerakan lingkungan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku pro-lingkungan para aktivis dilakukan melalui empat pendekatan utama: (1) aktivitas ramah lingkungan seperti penghijauan di lahan kritis pascabencana sebagai pemulihan psikologi komunitas, (2) pengembangan ekowisata berbasis alam dalam membangun resiliensi dan identitas komunal, (3) pelestarian budaya lokal melalui ritual seperti “Merti Deso” sebagai makna kebersyukuran (gratitude), serta (4) advokasi kebijakan lingkungan melalui penolakan tambang ilegal sebagai coping dan kontrol sosial. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya mendukung keberlanjutan ekosistem, tetapi juga memperkuat identitas ekologis, solidaritas sosial, dan kesejahteraan psikologis komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perilaku pro-lingkungan di Desa Balerante berfungsi ganda: sebagai strategi adaptif terhadap risiko bencana dan sebagai sarana pemulihan serta pemberdayaan psikososial. Implikasi praktisnya menekankan pentingnya penguatan partisipasi komunitas berbasis kearifan lokal dan dukungan lintas sektor dalam pengelolaan lingkungan berkelanjutan di kawasan rawan bencana.

Kata kunci: aktivis lingkungan, lereng Merapi, perilaku pro-lingkungan






ABSTRACT
Yayan Eka Putri. NIM : 211141139. Perilaku Pro-Lingkungan Aktivis di Lereng Merapi: Studi Fenomenologi. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Environmental damage due to the eruption of Mount Merapi has had a significant impact on the surrounding community, including Balerante Village, Kemalang District, Klaten Regency, Central Java Province. Although many recovery efforts have been made, the role of environmental activists is crucial in mitigating and restoring environmental damage sustainably. Therefore, this study aims to describe the pro-environmental behavior of activists in Balerante Village and its impact on the community.
The study used a qualitative phenomenological method with observation and interviews, as well as the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) analysis technique. The research subjects consisted of five people who played important roles in the environmental movement.
The results of the study showed that the pro-environmental behavior of activists was carried out through four main approaches: (1) environmentally friendly activities such as reforestation in critical post-disaster land as a recovery of community psychology, (2) development of nature based ecotourism in building resilience and communal identity, (3) preservation of local culture through rituals such as "Merti Deso" as a meaning of gratitude, and (4) advocacy of environmental policies through rejection of illegal mining as coping and social control. These activities not only support ecosystem sustainability, but also strengthen ecological identity, social solidarity, and psychological well-being of the community. This study concludes that pro-environmental behavior in Balerante Village serves a dual function: as an adaptive strategy to disaster risk and as a means of psychosocial recovery and empowerment. The practical implications emphasize the importance of strengthening community participation based on local wisdom and cross-sector support in sustainable environmental management in disaster-prone areas.

Keywords: environmental activists, Merapi slopes, pro-environmental behavior


Ketersediaan

SK202570144.12X7.150 YAYPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2X7.150 YAY
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
33 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this