Image of KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS DEWASA AKHIR DI DAERAH RAWAN BENCANA ERUPSI MERAPI

Text

KESIAPSIAGAAN PSIKOLOGIS DEWASA AKHIR DI DAERAH RAWAN BENCANA ERUPSI MERAPI



ABSTRAK
Willin Nur Cahyani. NIM: 211141137. Kesiapsiagaan Psikologis Dewasa Akhir di daerah rawan bencana erupsi Merapi. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.
Peristiwa bencana alam seperti letusan gunung api tahun 2010 mengakibatkan banyaknya korban dan kerusakan infrastruktur yang ada, sehingga meninggalkan jejak psikologis yang signifikan dalam kehidupan. Khususnya masyarakat lereng Gunung Merapi di usia dewasa akhir yang umumnya mulai dihinggapi penurunan kondisi psikis dan fisik.
Penelitian ini akan mengkaji mengenai gambaran kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir dalam menghadapi bencana erupsi Merapi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan fenomenologi, teknik yang digunakan snowball sampling dengan mewawancarai masyarakat berumur 40-60 tahun, berada di daerah KRB III, memiliki pengalaman bencana Merapi 2010.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan psikologis dewasa akhir tidak berdiri sendiri sebagai respons individual, melainkan merupakan konstruksi sosial-ekologis yang berkembang seiring waktu melalui pengalaman kolektif dan transformasi budaya dapat membantu individu berpikir secara rasional dan jernih dalam situasi bencana.

Kata Kunci: Kesiapsiagaan Psikologis, Dewasa Akhir, Bencana Merapi













ABSTRACT
Willin Nur Cahyani. NIM: 211141137. Kesiapsiagaan Psikologis Dewasa Akhir di daerah rawan bencana erupsi Merapi. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah UIN Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Natural disasters such as the volcanic eruption in 2010 resulted in many victims and damage to existing infrastructure, leaving a significant psychological imprint on people's lives. In particular, people on the slopes of Mount Merapi in late adulthood generally begin to experience a decline in their psychological and physical condition.
This research will examine the description of the psychological preparedness of late adults in facing the Merapi eruption disaster. This research uses a qualitative phenomenological approach, the technique used is snowball sampling by interviewing people aged 40-60 years, residing in the KRB III area, who have experience of the 2010 Merapi disaster.
The results of this study indicate that late adult psychological preparedness does not stand alone as an individual response, but rather is a socio-ecological construct that develops over time through collective experiences and cultural transformations that can help individuals think rationally and clearly in disaster situations.

Keywords: Psychological Preparedness, Late Adulthood, Merapi Disaster


Ketersediaan

SK202570143.12x7.150 WILPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 WIL
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
28 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this