Detail Cantuman
Advanced SearchPSIKOLOGI ISLAM
SPIRITUAL WELL-BEING PADA DEWASA MADYA JAMAAH MAJELIS DZIKIR ṬARĪQAH SYADZILIYAH
ABSTRAK
Vivien Aurelia Zahra, NIM: 211141097, Spiritual Well-Being Pada Dewasa
Madya Jamaah Majelis Dzikir Ṭarīqah Syadziliyah, Skripsi, Program Studi
Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri
Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Idealnya, individu dewasa madya telah mencapai kestabilan emosional,
keteguhan hati, dan keyakinan diri yang matang. Namun, dalam kenyataannya,
masih banyak dari mereka yang mengalami ketidakstabilan emosional, psikologis,
dan spiritual, sehingga pencapaian spiritual well-being menjadi penting untuk
membantu menemukan makna hidup dan menghadapi tantangan kehidupan secara
lebih bijak. Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi lebih dalam gambaran
spiritual well-being pada individu dewasa madya yang mengikuti Majelis Dzikir
Ṭariqah Syadziliyah, di Kartasura, Sukoharjo.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Informan penelitian berjumlah empat orang yang dipilih melalui
teknik snowball sampling dengan kriteria inklusi, yaitu individu dewasa madya
yang mengikuti Majelis Dzikir Ṭarīqah Syadziliyah di Kartasura, Sukoharjo, telah
dibai’at sebagai jamaah minimal selama satu tahun, dan masih aktif bekerja. Teknik
pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan studi
dokumentasi. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teknik, sedangkan analisis
data dilakukan menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis
(IPA) berdasarkan model Smith & Osborn (2007). Proses koding data dibantu
dengan menggunakan perangkat lunak Atlas.ti.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa spiritual well-being pada individu
dewasa madya jamaah Majelis Dzikir Ṭarīqah Syadziliyah tercermin melalui
keterhubungan mendalam dengan Allah, pemaknaan hidup yang positif, hubungan
sosial yang harmonis, serta kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Praktik zikir
dan wirid yang dijalankan secara konsisten tidak hanya menciptakan ketenangan
batin dan kestabilan emosi saja, tetapi juga memperkuat nilai-nilai spiritual dalam
kehidupan sehari-hari. Dukungan sosial dan motivasi internal terbukti menjadi
faktor kunci dalam menopang pencapaian spiritual well-being, menjadikan amalan
tarekat sebagai kebutuhan batiniah yang bermakna, bukan sekadar ritual formal.
Bergabung dalam Ṭarīqah Syadziliyah menjadi media efektif bagi para informan
dalam membentuk kesejahteraan spiritual. Implikasi penelitian ini adalah
pentingnya dukungan terhadap praktik spiritual yang terstruktur dan bermakna
sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan psikologis individu dewasa.
Kata Kunci: Spiritual Well-Being, Dewasa Madya, Ṭarīqah Syadziliyah
iv
ABSTRACT
Vivien Aurelia Zahra, NIM: 211141097, Spiritual Well-Being in Middle Adult
Jamaah Dzikir Ṭarīqah Syadziliyah, Thesis, Islamic Psychology Study Program,
Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University,
Surakarta, 2025.
Ideally, middle-aged individuals have achieved emotional stability,
resilience and mature self-assurance. However, in reality, many of them still
experience emotional, psychological, and spiritual instability, so achieving
spiritual well-being becomes important to help find the meaning of life and face
life's challenges more wisely. The purpose of this study is to explore more deeply
the picture of spiritual well-being in middle-aged individuals who follow the Dhikr
Assembly of Ṭariqah Syadziliyah, in Kartasura, Sukoharjo.
This research is a qualitative study with a phenomenological approach. The
research informants amounted to four people selected through snowball sampling
technique with inclusion criteria, namely middle-aged individuals who follow the
Zikir Ṭarīqah Syadziliyah Assembly in Kartasura, Sukoharjo, have been bai'at as
worshipers for at least one year, and are still actively working. Data collection
techniques include in-depth interviews, observation, and documentation studies.
Data validity was maintained through technical triangulation, while data analysis
was conducted using the Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) method
based on the Smith & Osborn model (2007). The data coding process was assisted
by using Atlas.ti software.
The results of this study indicate that spiritual well-being in middle-aged
individuals jamaah the Syadziliyah Dhikr Ṭarīqah Assembly is reflected through a
deep connection with God, a positive meaning of life, harmonious social
relationships, and concern for the surrounding environment. The consistent
practice of dhikr and wirid not only creates inner calm and emotional stability, but
also strengthens spiritual values in daily life. Social support and internal motivation
proved to be key factors in sustaining the achievement of spiritual well-being,
making the practice of tarekat a meaningful inner need, not just a formal ritual.
Joining Ṭarīqah Syadziliyah became an effective medium for informants in shaping
spiritual well-being. The implication of this study is the importance of supporting
structured and meaningful spiritual practices as part of efforts to improve the
psychological well-being of adult individuals.
Keywords: Spiritual Well-Being, Adult Middle, Ṭarīqah Syadziliyah
Ketersediaan
| sk202570141.1 | 2x7.150 ZAH s c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 ZAH s c.1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
207 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
VIVIEN AURELIA ZAHRA
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






