Image of RESILIENSI PADA PEREMPUAN FATHERLESS YANG MENGALAMI TRAUMA MASA KECIL

PSIKOLOGI ISLAM

RESILIENSI PADA PEREMPUAN FATHERLESS YANG MENGALAMI TRAUMA MASA KECIL



ABSTRAK
Tesha Ayu Ardyta. NIM: 211141134, Resiliensi Pada Perempuan Awal
Yang Mengalami Trauma Masa Kecil. Program Studi Psikologi Islam. Fakultas
Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta.
2025.
Seorang anak yang fatherless atau tidak mendapatkan peran ayah akan
rentan mengalami rasa pengendalian diri yang rendah sehingga membuatnya
merasa mudah tidak percaya diri, kurang bisa mengambil keputusan atau ragu
dalam berbagai situasi yang membutuhkan keputusan yang cepat dan tegas. Kondisi
ini berdampak pada perkembangan emosional anak perempuan hingga usia dewasa
awal, terutama apabila disertai dengan pengalaman traumatis seperti kekerasan
verbal, pengabaian, atau rasa tidak aman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran resiliensi perempuan dewasa awal yang mengalami trauma masa kecil
akibat dari kondisi fatherless. Dalam penelitian ini fatherless merujuk pada
ketidakhadiran peran ayah secara emosional dan psikologis, meskipun fisik ayah
berada dalam satu rumah yang sama.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
dengan metode fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara semi-terstruktur dan observasi non-partisipan, kemudian dianalisis
menggunakan teknik Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) dengan
tahap membaca transkrip secara berulang, melakukan pencatatan awal,
mengembangkan tema-tema yang muncul, mencari hubungan yang sama antar
tema, mencari pola-pola yang sama antar kasus, dan mendeskripsikan tema induk.
Dengan metode analisis data menggunakan software Atlas.ti.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap informan memiliki kapasitas
resiliensi yang bervariasi, namun keseluruhan menunjukkan adanya proses adaptasi
yang positif terhadap pengalaman traumatis mereka. Informan dalam penelitian ini
mampu mengelola emosi, menahan dorongan yang berlebihan, serta menunjukkan
harapan masa depan yang lebih baik. Pengalaman masa kecil yang dipenuhi tekanan
juga membantu dalam pembentukan empati dan rasa tanggung jawab pada diri
informan. Meskipun masih adanya keterbatasan dalam menjangkau bantuan dari
luar diri informan, sebagian besar informan mulai belajar untuk membuka diri
terhadap dukungan sosial yang didapatkannya.
Kata Kunci: Resiliensi, Fatherless, Trauma Masa Kecil, Perempuan Dewasa
Awal, Fenomenologi.
v
ABSTRACT
Tesha Ayu Ardyta. NIM: 211141134, Resilience of Fatherless Early
Adult Women Who Experience Childhood Trauma. Islamic Psychology Study
Program. Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic
University of Surakarta. 2025.
A child who experiences fatherlessness or lacks a father figure is vulnerable
to having low self-control, which can lead to feelings of insecurity, indecisiveness,
and difficulty in making quick and firm decisions in situations that require them.
This condition affects the emotional development of girls into early adulthood,
especially when accompanied by traumatic experiences such as verbal abuse,
neglect, or a lack of safety. This study aims to explore the resilience of early adult
women who experienced childhood trauma due to fatherlessness. In this research,
fatherlessness refers to the absence of the father's emotional and psychological
presence, even though the father is physically present in the same household.
This study uses a qualitative approach with a phenomenological method.
Data collection techniques include semi-structured interviews and non-participant
observation, which are analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis
(IPA). The analysis process involves repeated reading of transcripts, initial noting,
developing emerging themes, finding connections between themes, identifying
patterns across cases, and describing superordinate themes. Data analysis was
assisted by the software Atlas.ti.
The results of the study indicate that each informant has varying levels of
resilience; however, all show a positive adaptation process to their traumatic
experiences. The participants were able to regulate emotions, restrain excessive
impulses, and demonstrate hope for a better future. Childhood experiences filled
with pressure also contributed to the development of empathy and a sense of
responsibility. Although there are still limitations in seeking external help, most
informants have begun to open themselves up to the social support they receive.
Keywords: Resilience, Fatherless, Childhood Trauma, Early Adult Women,
Phenomenology.


Ketersediaan

sk202570138.12x7.150 TES r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 TES r c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
226 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this