PSIKOLOGI ISLAM
SUBJECTIVE WELL-BEING PADA IBU PENYANDANG TUNA DAKSA
ABSTRAK
Arina Manasikana, NIM: 211141093, Subjective well-being pada ibu penyandang tuna daksa, Skripsi, Program Studi Psikologi Islam, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Ibu penyandang tuna daksa merupakan kelompok yang menghadapi tantangan ganda dalam kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, mereka harus menyesuaikan diri dengan keterbatasan fisik akibat disabilitas yang dimilikinya, dan di sisi lain mereka memikul peran sosial sebagai ibu yang secara kultural dipandang sebagai pengasuh utama dalam keluarga. Tekanan fisik, psikologis, dan sosial ini dapat memengaruhi kondisi kesejahteraan subjektif (subjective well-being), yaitu bagaimana individu menilai secara pribadi kehidupannya, termasuk kepuasan hidup dan pengalaman emosional yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dinamika subjective well-being pada ibu penyandang tuna daksa.
Penelitian ini adalah penelitian jenis kualitatif dengan metode pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di wilayah Sukoharjo. Teknik yang digunakan untuk menentukan informan yaitu teknik purposive sampling, yaitu diperoleh 4 informan yang sesuai dengan kriteria tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa wawancara semi terstruktur, observasi non-partisipan dengan pencatatan naratif deskriptif, dan dokumentasi. Kredibilitas data penelitian ini menggunakan teknik triangulsi sumber. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis (Analysis (IPA) dengan bantuan software Atlas.ti.
Hasil penelitian penelitian menunjukkan bahwa subjective well-being pada ibu penyandang tuna daksa terbentuk melalui proses penerimaan diri, makna positif terhadap peran keibuan, serta adanya dukungan sosial yang kuat, khususnya dari keluarga inti. Meskipun menghadapi keterbatasan fisik dan memiliki peran ganda, ibu penyandang tuna daksa mampu menunjukkan sikap optimis, rasa syukur, dan kebanggaan terhadap perannya sebagai ibu. Faktor spiritualitas, kemampuan beradaptasi, serta pencapaian dalam kehidupan rumah tangga juga turut memperkuat persepsi positif terhadap kualitas hidup. Dengan demikian, subjective well-being pada ibu penyandang tuna daksa bukan hanya dipengaruhi oleh kondisi fisik, tetapi lebih banyak ditentukan oleh cara mereka memaknai pengalaman hidup dan dukungan emosional yang mereka terima.
Kata Kunci: Subjective Well-Being, Ibu, Penyandang Tuna Daksa
ABSTRACT
Arina Manasikana, NIM: 211141093, Subjective well-being in mothers with physical disabilities, Thesis, Islamic Psychology Study Program, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, Raden Mas Said State Islamic University of Surakarta, 2025.
Mothers with physical disabilities are a group that faces dual challenges in their daily lives. On the one hand, they must adjust to physical limitations due to their disabilities, and on the other hand, they assume the social role of mothers who are culturally viewed as the primary caregivers in the family. These physical, psychological, and social pressures can affect subjective well-being, which is how individuals personally assess their lives, including life satisfaction and emotional experiences. This study aims to determine the dynamics of subjective well-being in mothers with physical disabilities.
This research is a qualitative research with a phenomenological approach method. This research was conducted in the Sukoharjo area. The technique used to determine the informant is the purposive sampling technique, which is obtained 4 informants who meet certain criteria. The data collection technique used is semi-structured interviews, non-participant observation with descriptive narrative recording, and documentation. The credibility of this research data uses source triangulation techniques. The data analysis technique used is interpretative phenomenological analysis (Analysis (IPA) with the help of Atlas.ti software.
The results of the study showed that subjective well-being in mothers with physical disabilities was formed through a process of self-acceptance, positive meaning towards the role of motherhood, and strong social support, especially from the nuclear family. Despite facing physical limitations and having dual roles, mothers with physical disabilities were able to show an optimistic attitude, gratitude, and pride in their role as mothers. Spirituality factors, adaptability, and achievements in household life also helped strengthen positive perceptions of quality of life. Thus, subjective well-being in mothers with physical disabilities is not only influenced by physical conditions, but is more determined by how they interpret life experiences and the emotional support they receive.
Keywords: Subjective Well-Being, Mother, Physically Disabled
Ketersediaan
| SK202570084 .1 | 2x7.150 MAN | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 MAN
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
130 Hlm , 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 MAN
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






