Image of HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA SANTRI REMAJA  DI SMAS X SUKOHARJO

PSIKOLOGI ISLAM

HUBUNGAN ANTARA SIBLING RIVALRY DENGAN PERILAKU ASERTIF PADA SANTRI REMAJA DI SMAS X SUKOHARJO



ABSTRAK
Setia Dyah Aji Khoirunnisa, 181141095, Hubungan Sibling Rivalry dengan
Perilaku Asertif pada Santri Remaja di SMAS X Sukoharjo, Psikologi Islam,
Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said
Surakarta,2025.
Remaja masa kini berada dalam tantangan perkembangan yang kompleks, di mana
pencarian jati diri, pengaruh teman sebaya, tekanan sosial, dan tuntutan keluarga
seringkali menimbulkan kebingungan dalam mengekspresikan diri. Banyak remaja
menunjukkan kesulitan dalam berkomunikasi secara terbuka, cenderung pasif, dan
takut menyampaikan pendapat karena khawatir dikritik atau tidak diterima. Salah
satu faktor yang turut memengaruhi rendahnya perilaku asertif pada remaja adalah
pengalaman sibling rivalry, yaitu persaingan antar saudara kandung dalam
mendapatkan perhatian orang tua, yang dapat membentuk interaksi sosial dan pola
komunikasi yang cenderung pasif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan
antara Sibling Rivalry dan perilaku asertif pada santri remaja di SMAS X
Sukoharjo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional.
Subjek dalam penelitian ini adalah 60 santri remaja di SMAS X Sukoharjo, yang
dipilih menggunakan teknik purposive random sampling. Instrumen yang
digunakan meliputi skala sibling rivalry (α = 0,685) dan skala perilaku asertif (α =
0,800), dengan validitas dan reliabilitas di uji menggunakan skala Likert. Uji
hipotesis dilakukan dengan analisi korelasi Pearson Product Moment
menggunakan SPSS Statistics versi 27.0.
Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara
sibling rivalry dengan perilaku asertif dengan koefisien korelasi sebesar -0,760 dan
nilai signifikansi 0,001. Temuan ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha
diterima. Arah hubungan negatif ini mengindikasi bahwa semakin tinggi sibling
rivalry yang dialami, maka semakin rendah kemampuan perilaku asertif remaja.
Sibling rivalry memberikan pengaruh besar 57,7% terhadap perilaku asertif.
Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa perilaku asertif remaja santri dapat
ditingkatkan melalui upaya penguatan hubungan antar saudara serta pengembangan
keterampilan sosial secara berkelanjutan.
Kata Kunci: sibling rivalry, perilaku asertif, remaja
vii
ABSTRACT
Many teenagers, particularly those living in boarding school environments, often
face difficulties in expressing themselves confidently and openly. Challenges such
as fear of criticism, lack of self-confidence, and pressure to conform can lead to
passive communication patterns. One contributing factor to this issue is sibling
rivalry—competition among siblings for parental attention—which may shape a
teenager’s emotional development and reduce their ability to behave assertively in
social situations. This study aims to examine the relationship between sibling
rivalry and assertive behavior among teenage students at SMAS X Sukoharjo.
This study employed a quantitative approach with a correlational method. The
subjects were 60 teenage students at SMAS X Sukoharjo, selected using purposive
random sampling. The instruments used were the sibling rivalry scale (α = 0.685)
and the assertive behavior scale (α = 0.800), both tested for validity and reliability
using the Likert scale. The hypothesis was tested using Pearson Product Moment
correlation analysis with SPSS Statistics version 27.0.
The results showed a significant negative relationship between sibling rivalry and
assertive behavior (r = -0.760, p = 0.001). The higher the level of sibling rivalry
experienced, the lower the teenagers’ assertive behavior, and vice versa. These
findings support the proposed hypothesis, where Ha is accepted and Ho is rejected.
Sibling rivalry contributed 57.7% to assertive behavior. The implication of these
findings suggests that teenagers' assertive behavior, particularly among students in
Islamic boarding schools, can be improved through efforts to strengthen sibling
relationships and to develop social skills in a sustainable manner.
Keywords: sibling rivalry, assertive behavior, teenagers


Ketersediaan

sk202570134.12x7.150 KHO h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 KHO h c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
124 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this