Detail Cantuman
Advanced SearchPSIKOLOGI ISLAM
REGULASI EMOSI PADA GURU PENDAMPING KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI
ABSTRAK
Pretty Annisa Hidayatullah, 211141167, Regulasi Emosi Pada Guru
Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi. Skripsi Program Studi Psikologi
Islam Jurusan Psikologi dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan
Dakwah, Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Guru pendamping khusus dalam mendampingi anak berkebutuhan
khusus sering kali dihadapkan oleh tantangan emosional baik dari diri mereka
sendiri maupun dari anak berkebutuhan khusus yang di dampingi. Untuk
menangani tantangan emosional tersebut guru pendamping khusus perlu
memiliki regulasi emosi yang efektif. Guru pendamping khusus yang memiliki
regulasi emosi yang baik cenderung lebih efektif dalam menciptakan
lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung bagi anak berkebutuhan
khusus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran regulasi
emosi yang dilakakukan guru pendamping khusus dalam mendampingi anak
berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Teknik pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan wawancara dan observasi. Informan dalam
penelitian ini berjumlah tiga orang guru pendamping khusus, diambil dengan
pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Karakteristik
informan pada penelitian ini yakni guru pendamping khusus yang berusia 20-
40 tahun dan sudah bekerja selama 2 tahun.Teknik analisis data dalam
penelitian menggunakan analisis data model Miles & Huberman. Tipe coding
dalam penelitian ini mengunakan Atlas TI.
Hasil penelititian ini menunjukkan bahwa ketiga informan memiliki cara
yang berbeda-beda dalam mengendalikan emosi ketika merasakan emosi
negatif ketika mendampingi anak berkebutuhan khusus. Ketiga informan
meregulasi emosinya dengan berbagai cara seperti menarik nafas sambil
beristigfar kemudian mengalihkan kekegiatan yang lebih positif, ada juga guru
pendamping khusus yang memilih untuk diam dan bersikap tenang dan ada
juga guru pendamping khusus yang memilih untuk berpindah ke anak yang lain
terlebih dahulu. Regulasi emosi ketiga informan juga mempengaruhi suasana
belajar yang inklusif dan mendukung. Pembaruan dalam penelitian ini
menemukan salah satu guru pendamping khusus meniatkan bekerja
mendampingi anak sebagai salah satu ibadah.
Kata Kunci : Regulasi Emosi, Guru Pendamping khusus, Inklusi
viii
ABSTRACT
Pretty Annisa Hidayatullah, 211141167, Regulasi Emosi Pada Guru
Pendamping Khusus di Sekolah Inklusi. Skripsi Program Studi Psikologi
Islam Jurusan Psikologi dan Psikoterapi Fakultas Ushuluddin dan Dakwah,
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Shadow teachers in accompanying children with special needs are often
faced with emotional challenges both from themselves and from the children
with special needs they are accompanied. To deal with these emotional
challenges, shadow teachers need to have effective emotional regulation.
Shadow teachers who have good emotional regulation tend to be more effective
in creating a conducive and supportive learning environment for children with
special needs. The purpose of this study is to find out the description of
emotional regulation carried out by shadow teachers in accompanying
children with special needs in inclusive schools.
The method used in this study is a qualitative research method with a
phenomenological approach. Data collection techniques were carried out
through interviews and observations. The informants in this study consisted of
three special education shadow teachers, selected using purposive sampling.
The characteristics of the informants were shadow teachers aged 20–40 years
who had been working for at least two years. The data analysis technique
employed Miles & Huberman’s data analysis model, while coding was
conducted using Atlas.ti.
The findings of this study indicate that the three informants had different
ways of managing their emotions when experiencing negative feelings while
accompanying children with special needs. They regulated their emotions in
various ways, such as taking a deep breath while reciting istighfar and then
shifting to more positive activities; some chose to remain silent and calm, while
others preferred to move temporarily to assist another child first. The
emotional regulation strategies of the three informants also influenced the
creation of an inclusive and supportive learning atmosphere. A new insight
from this study revealed that one of the shadow teachers considered their work
of accompanying children as a form of worship.
Keywords: Emotion Regulation, Shadow Teachers, Inclusion
Ketersediaan
| sk202570124.1 | 2x7.150 HID r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 HID r c.1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
205 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
PRETTY ANNISA HIDAYATULLAH
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






