Image of GAMBARAN REGULASI EMOSI PADA TERAPIS
ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KLINIK X KOTA SOLO

PSIKOLOGI ISLAM

GAMBARAN REGULASI EMOSI PADA TERAPIS ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI KLINIK X KOTA SOLO



Perawatan terhadap anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) tidak hanya menuntut keterampilan teknis dari para terapis, tetapi juga melibatkan keterlibatan emosional yang mendalam. Interaksi yang intens dan berkesinambungan dengan anak-anak ABK kerap menimbulkan berbagai tantangan psikologis, sehingga terapis dituntut memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik agar tetap dapat menjalankan peran profesionalnya secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi lebih dalam tentang gambaran regulasi emosi terapis pada anak berkebutuhan khusus di klinik X kota Solo.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi yang berfokus pada pemahaman terhadap pengalaman subjektif individu. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga orang terapis anak berkebuthan khusus yang bekerja di Klinik X, Kota Solo, yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan kriteria inklusi: (1) berjenis kelamin perempuan, (2) berusia antara 20 hingga 40 tahun, (3) memiliki pengalaman kerja minimal tiga tahun, dan (4) telah menangani setidaknya tiga anak berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Kredibilitas data dijaga dengan menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) berdasarkan model Kahija (2017), yang berfokus pada eksplorasi makna subjektif dari pengalaman individu secara mendalam.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terapis anak berkebutuhan khusus di Klinik X Kota Solo memiliki kemampuan regulasi emosi yang adaptif dalam menghadapi tekanan kerja melalu berbagai strategi, seperti teknik pernapasan, refleksi diri, penarikan diri, dan pendekatan spiritual. Meskipun setiap terapis memiliki pendekatan yang berbeda, mereka mampu menjaga profesionalitas, mengelola emosi negatif secara konstruktif, serta menunjukkan keseimbangan emosional dalam praktik sehari-hari. Keempat aspek regulasi emosi yaitu, strategi, tujuan, pengendalian impuls, dan penerimaan teridentifikasi dalam pengalaman para terapis dengan pencapaian yang bervariasi. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan institusional, seperti pelatihan regulasi emosi penting dilakukan untuk membantu terapis menjalankan peran profesioanlnya secara berkelanjutan.


Ketersediaan

SK202570119.12x7.150 LUT g c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 LUT g c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
114 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this