Image of STUDI FENOMENOLOGI PEMAKNAAN SA’ADAH PADA RELAWAN TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN SOLO RAYA

PSIKOLOGI ISLAM

STUDI FENOMENOLOGI PEMAKNAAN SA’ADAH PADA RELAWAN TAMAN PENDIDIKAN QUR’AN SOLO RAYA



Konsep kebahagiaan dipahami secara berbeda dalam perspektif Islam dan Barat, jika dalam perspektif Barat kebahagiaan lebih diraih melalui aspek subjektif seperti kepuasan hidup, dan emosi positif, maka dalam Islam sa’adah dimaknai sebagai kebahagiaan yang bersumber dari keikhlasan, kedekatan dengan Allah, serta nilai-nilai spiritual. Namun hingga kini, kajian mengenai makna sa’adah dalam konteks relawan pendidikan, khususnya relawan yang berkiprah di Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), masih sangat terbatas. Padahal, relawan merupakan kelompok yang kerap menghadapi dinamika emosional dan tantangan dalam pengabdian, sehingga berpotensi memiliki pengalaman kebahagiaan yang khas dan bermakna secara spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan makna sa’adah pada relawan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ). Penelitian ini akan menggali lebih dalam mengenai pemahaman, pengalaman, dan pemaknaan sa’adah bagi para relawan.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga relawan yang aktif di Lembaga Koordinasi Gerakan Taman Pendidikan Qur’an (LKGTPQ), dengan kriteria berjenis kelamin laki-laki, berada pada rentang usia dewasa awal, dan telah menjalani aktivitas kerelawanan minimal selama satu tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan obervasi non-partisipan. Untuk memastikan kredibilitas data, penelitian ini menrapkan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis fenomenologi dari Moustakas (1994), yang meliputi tahapan epoche (bracketing), horizontalization, clustering of meanings, textural descprition, structural description, dan synthesis of meanings and essence.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa makna sa’adah bagi relawan terbentuk dari nilai spiritualitas dan niat ikhlas dalam membantu sesama, adanya relasi sosial dan interaksi yang positif, aktualisasi diri pada kemampuan interpersonal, serta mampu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab pribadi dan tanggung jawab sosial. Sa’adah tidak hanya dipahami sebagai perasaan subjektif, namun sebagai perjalanan spiritual yang mendekatkan diri kepada Tuhan dan memberikan makna dalam kehidupan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bagi lembaga pendidikan atau organisasi sosial dalam menyiapkan program pelatihan relawan yang menekankan nilai-nilai spiritual, dan pengembangan diri. Selain itu, penelitian ini juga memberikan wawasan bagi peneliti selanjutnya untuk mengeksplorasi lebih dalam mengenai kebahagiaan dan aktivitas sosial, serta untuk mengembangkan intervensi yang dapat meningkatkan kebahagiaan pada relawan.


Ketersediaan

SK202570118.12x7.150 RAH s c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2X7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 RAH s c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
129 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this