Image of ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA MEDIA ONLINE VIVA.CO.ID DAN TEMPO.CO

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KENAIKAN PAJAK PERTAMBAHAN NILAI (PPN) PADA MEDIA ONLINE VIVA.CO.ID DAN TEMPO.CO



ABSTRAK
Nur Indah Setyaningrum. NIM: 211211085. Analisis Framing Pemberitaan Kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada Media Online Viva.co.id dan Tempo.co. Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025.

Kenaikan PPN 12 persen menjadi salah satu kebijakan pemerintah yang menimbulkan banyak pertentangan di kalangan masyarakat. Maka dari itu, kebijakan ini banyak diliput di berbagai media online, seperti Viva.co.id dan Tempo.co. Dalam penyusunan pemeritaan tersebut, media memiliki cara pandang yang berbeda sehingga dapat menimbulkan penonjolan pada aspek tertentu di dalam berita. Maka dari itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui framing pemberitaan kenaikan PPN 12 persen yang dilakukan oleh Viva.co.id dan Tempo.co menggunakan analisis framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis data, yakni analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki. Analisis framing model Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki dibagi menjadi empat struktur, yakni sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi dan studi pustaka.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Viva.co.id dan Tempo.co menunjukkan framing yang berbeda. Viva.co.id condong memberitakan mengenai kesetujuan terhadap kenaikan PPN 12 persen. Sebaliknya, Tempo.co lebih menampilkan berita-berita yang menunjukkan penolakan kenaikan PPN 12 persen. Pada struktur sintaksis, headline dan narasumber yang dipilih oleh Viva.co.id lebih menunjukkan kecenderungan memihak kenaikan PPN 12 persen. Sebaliknya, Tempo.co lebih menampilkan judul dan memilih narasumber yang menolak adanya kenaikan PPN. Lalu pada struktur skrip, kedua media tidak memenuhi semua unsur 5W+1H dan melakukan penonjolan pada unsur tertentu. Pada struktur tematik, Viva.co.id lebih menonjolkan bahwa kenaikan PPN 12 persen hal yang tidak memberatkan karena akan ada bantuan yang diberikan pemerintah. Akan tetapi, Tempo.co lebih menonjolkan pada dampak-dampak yang akan diterima akibat kenaikan PPN 12 persen. Terakhir pada unsur retoris, Viva.co.id lebih menggunakan diksi yang mengarah pada sisi positif, tidak seperti Tempo.co yang lebih menggunakan diksi negatif. Kedua media tidak menggunakan kesembilan elemen jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel. Viva.co.id tidak menjalankan empat elemen jurnalisme, yakni loyalitas pertama jurnalis kepada warga, intisari jurnalisme adalah disiplin verifikasi, jurnalis harus independen dari pihak yang diliput, dan pemantau kekuasaan dalam penulisan berita. Lalu Tempo.co juga tidak menjalankan satu elemen dari kesembilan elemen jurnalisme, yakni disiplin verifikasi, kecuali pada berita ketiga.

Kata kunci: framing Zhondang Pan dan Gerald M. Kosicki, PPN, Pajak


Ketersediaan

SKS202540136.12x7.5 SETPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAHTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.5 SET
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
191 hlm , 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this