Image of STRATEGI CYBER BRANDING OLEH TITAMSE STUDIO DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS KLIEN

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

STRATEGI CYBER BRANDING OLEH TITAMSE STUDIO DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS KLIEN



ABSTRAK
NAJMA LAILIA MEISIN. NIM 211211145. Strategi Cyber Branding Oleh Titamse Studio Dalam Membangun Brand Awareness Klien. Skripsi. Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi cyber branding yang dilakukan oleh Titamse Studio dalam membangun brand awareness kliennya, dengan studi kasus pada Beams Coffee and Eatery. Dimana Titamse Studio menjadi pihak kedua dalam membangun brand awareness klien. Titamse Studio merupakan branding and creative agency yang memiliki visi untuk membentuk identitas brand. Maraknya penggunaan jasa branding dengan memanfaatkan digital atau dikenal dengan cyber branding membuat banyaknya kompetitor yang bermunculan. Sehingga sebagai branding agency harus memiliki strategi cyber branding yang berbeda agar dapat bersaing dengan agensi yang lain.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Tiga “I” dari Deirdre Breakenridge, yang meliputi Information, Interactivity, dan Instinct. Keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan hasil wawancara informan satu dengan yang lainnya lalu dibandingkan dengan data pendukung yang ada. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, kemudian menarik kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Titamse Studio menerapkan strategi cyber branding secara terpadu melalui tiga pendekatan utama. Pada aspek Information, penyampaian pesan brand dilakukan secara visual dengan gaya estetik yang konsisten, sehingga membantu memperkuat pengenalan brand. Pada aspek Interactivity, Titamse membangun komunikasi dua arah dengan audiens melalui caption dan repost story, yang mendorong keterlibatan emosional dan memperkuat loyalitas audiens. Sedangkan pada aspek Instinct, strategi dikembangkan berdasarkan kepekaan terhadap tren, siklus audiens, dan budaya lokal, sehingga menjadikan branding lebih relevan. Strategi cyber branding yang dilakukan tidak hanya berdampak pada peningkatan traffic media sosial, tetapi juga berhasil membentuk persepsi positif audiens terhadap brand klien. Ketiga elemen dalam teori Tiga “I” saling melengkapi dan membentuk strategi yang menyeluruh dalam membangun brand awareness secara efektif dan berkelanjutan.

Kata Kunci: Cyber branding, Brand awareness, Teori Tiga “I”


Ketersediaan

SKS202540132 .12x7.5 MEIPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAHTersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.5 MEI
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
133 hlm, 30cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this