Detail Cantuman
Advanced SearchMANAJEMEN DAKWAH
PENGEMBANGAN KOMPONEN 4A WISATA RELIGI PADA OBJEK DIDUGA CAGAR BUDAYA (STUDI KASUS MAKAM KI AGENG SUTOWIJOYO KABUPATEN SUKOHARJO)
ABSTRAK
Maya Tri Kusumawati (211231020), Pengembangan Komponen 4A Wisata
Religi Pada Objek Diduga Cagar Budaya (Studi Kasus Makam Ki Ageng
Sutowijoyo Kabupaten Sukoharjo.” Program Studi Manajemen Dakwah, Jurusan
Dakwah dan Komunikasi, Fakultas Ushuluddin dan Dakwah, Universitas Islam
Negeri Raden Mas Said Surakarta, 2025.
Pengembangan dilakukan untuk memajukan suatu objek wisata religi agar
dapat memberikan pengalaman wisata yang lebih baik dari sebelumnya. Komponen
4A menjadi salah satu komponen yang bisa digunakan dalam melakukan
pengembagan. Teori Tourism Area Life Cycle (TALC) digunakan untuk
mengetahui sampai pada tahap mana perkembangan pada suatu objek wisata.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan
komponen 4A wisata religi pada Objek Diduga Cagar Budaya studi kasus Makam
Ki Ageng Sutowijoyo Kabupaten Sukoharjo. Maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah bagaimana pengembangan komponen 4A wisata religi pada
Objek Diduga Cagar Budaya studi kasus Makam Ki Ageng Sutowijoyo Kabupaten
Sukoharjo.
Teknik pengambilan data pada penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data pada
penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui wawancara,
observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dari teknik pengumpulan data
kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data meliputi reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan komponen 4A
(attraction, amenity, accessibility dan ancillary) pada Makam Ki Ageng
Sutowijoyo attraction (daya tarik) budaya dari sejarah tokoh penyebar agama Islam
dan tradisi haul Ki Ageng Sutowijoyo. Amenity (fasilitas) pengembangan fasilitas
yang disediakan sudah memadai dalam menunjang kegiatan wisata religi.
Accesibillity
(aksesibilitas)
yang
mencakup infrastruktur jalan dalam
pengembangannya sudah cukup bagus, terdapat pula plang informasi arah menuju
makam. Ancillary (layanan tambahan) terdapat juru kunci makam dalam
pengembangan juga dibantu oleh pemerintah Desa Majasto serta Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo. Perkembangan Makam Ki Ageng
Sutowijoyo dalam teori Tourism Area Life Cycle (TALC) berada pada tahap
involvement atau keterlibatan masyarakat lokal ikut berpartisipasi dalam membantu
menyediakan fasilitas bagi wisatawan.
Kata kunci: Pengembangan 4A, wisata religi, ziarah makam dan Objek Diduga
Cagar Budaya.
iv
ABSTRACT
Maya Tri Kusumawati (211231020), Development, Components, 4A Religious
Tourism on Objects Suspected of Cultural Heritage (Case Study of the Tomb of
Ki Ageng Sutowijoyo, Sukoharjo Regency" Da'wah Management Study Program,
Department of Da'wah and Communication, Faculty of Ushuluddin and Da'wah,
Raden Mas Said State Islamic University of Surakarta, 2025.
Development is carried out to advance a religious tourism object in order
to provide a better tourism experience than before. The 4A component is one of the
components that can be used in carrying out development. The Tourism Area Life
Cycle (TALC) theory is used to determine the stage of development of a tourist
object. The purpose of this study is to determine how to develop the 4A component
of religious tourism in the Alleged Cultural Heritage Object, a case study of the
Tomb of Ki Ageng Sutowijoyo, Sukoharjo Regency. The formulation of the problem
in this study is how to develop the 4A component of religious tourism in the Alleged
Cultural Heritage Object, a case study of the Tomb of Ki Ageng Sutowijoyo,
Sukoharjo Regency.
The data collection technique in this study uses a qualitative research
method with a case study approach. Data collection in this study uses data
collection techniques through interviews, observations and documentation. The
data obtained from the data collection technique are then analyzed using data
analysis techniques including data reduction, data presentation and drawing
conclusions.
The results of the study indicate that the development of the 4A components
(attraction, amenity, accessibility and ancillary) at the Tomb of Ki Ageng
Sutowijoyo is a cultural attraction from the history of the figure who spread Islam
and the tradition of hauling Ki Ageng Sutowijoyo. Amenity (facilities) development
of the facilities provided are adequate in supporting religious tourism activities.
Accessibility which includes road infrastructure in its development is quite good,
there is also an information sign for directions to the tomb. Ancillary (additional
services) there is a tomb caretaker in the development also assisted by the Majasto
Village government and the Education and Culture Office of Sukoharjo Regency.
The development of the Tomb of Ki Ageng Sutowijoyo in the theory of Tourism Area
Life Cycle (TALC) is at the involvement stage or the involvement of local
communities to participate in helping to provide facilities for tourists.
Keywords: Development of 4A, religious tourism, tomb pilgrimage and Objects
Suspected of Cultural Heritage.
Ketersediaan
| SK202550049.1 | 2X6.3 KUS P C1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x6.3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2X6.3 KUS P C1
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
18 HLM, 30 CM
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
MAYA TRI KUSUMAWATI
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






