No image available for this title

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

EVALUASI STRATEGI KOMUNIKASI DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KOTA SURAKARTA DALAM MENYOSIALISASIKAN APLIKASI LET'S GO TO SOLO



ABSTRAK

Muhammad Rizal Istiawan (211211134). Evaluasi Strategi Komunikasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta Dalam Mensosialisasikan Aplikasi Let's Go To Solo. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Jurusan Dakwah dan Komunikasi. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surakarta merupakan instansi pemerintah yang berperan penting dalam promosi dan pengembangan pariwisata daerah. Peluncuran aplikasi Let’s Go To Solo menjadi bagian dari inovasi digital untuk menyediakan informasi wisata secara praktis dan terintegrasi. Namun, rendahnya jumlah unduhan, minimnya kesadaran masyarakat, keterbatasan strategi komunikasi, serta pemanfaatan media sosial dan kanal digital yang belum optimal menjadi latar belakang penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk menilai apakah strategi yang diterapkan telah berjalan efektif dan tepat sasaran. Penelitian ini dianalisis menggunakan model evaluasi CIPP yang dikembangkan oleh Stufflebeam sebagai dasar pengambilan keputusan apakah strategi tersebut dapat dilanjutkan, dihentikan, atau dimodifikasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan adalah model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product) sebagai alat untuk menganalisis strategi komunikasi yang diterapkan. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian evaluasi strategi komunikasi dengan model CIPP menunjukkan, pertama, Disbudpar Kota Surakarta telah memahami urgensi media informasi pariwisata berbasis digital, sehingga peluncuran aplikasi Let’s Go To Solo sudah sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kedua, dalam perencanaan strategi komunikasi, Disbudpar memanfaatkan media sosial dan fitur digital sebagai saluran utama, namun pelaksanaannya masih terbatas akibat kendala anggaran, sumber daya manusia, dan kurangnya perencanaan promosi yang matang. Ketiga, pelaksanaan strategi komunikasi dinilai belum maksimal karena sosialisasi belum dilakukan secara konsisten dan belum melibatkan masyarakat serta pelaku wisata secara aktif. Terakhir, secara keseluruhan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan, strategi komunikasi dalam program sosialisasi aplikasi Let’s Go To Solo belum memberikan dampak signifikan, terlihat dari rendahnya angka unduhan dan minimnya kesadaran masyarakat terhadap aplikasi tersebut.

Kata Kunci: Evaluasi, Strategi Komunikasi, Sosialisasi.








ABSTRACT

Muhammad Rizal Istiawan (211211134). Evaluation of the Communication Strategy of the Department of Culture and Tourism of Surakarta in Socializing the "Let’s Go To Solo" Application. Study Program of Islamic Communication and Broadcasting, Department of Da'wah and Communication, Faculty of Ushuluddin and Da'wah, State Islamic University of Raden Mas Said Surakarta. 2025.
The Department of Culture and Tourism of Surakarta City is a government agency that plays an important role in promoting and developing regional tourism. The launch of the Let’s Go To Solo application is part of a digital innovation aimed at providing practical and integrated tourism information. However, the low number of downloads, limited public awareness, inadequate communication strategies, and suboptimal use of social media and digital channels form the background of this study. The purpose of this research is to assess whether the communication strategies implemented have been effective and well-targeted. The study is analyzed using the CIPP evaluation model developed by Stufflebeam as a basis for decision-making on whether the strategy should be continued, discontinued, or modified.
This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews and documentation. The theory used is the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product) as a tool to analyze the communication strategies applied. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with data validity tested through source and technique triangulation.
The results of the communication strategy evaluation using the CIPP model show that, first, the Surakarta Department of Culture and Tourism has recognized the urgency of digital-based tourism information media, making the launch of the Let’s Go To Solo application aligned with public needs. Second, in planning communication strategies, the department has utilized social media and digital features as main channels; however, implementation remains limited due to budget constraints, human resources, and the lack of a well-prepared promotional plan. Third, the implementation of the communication strategy is considered less than optimal, as outreach efforts have not been consistent and have not actively involved the public or tourism stakeholders. Lastly, overall from planning to execution the communication strategy in the socialization program of the Let’s Go To Solo application has not produced significant impact, as reflected in the low number of downloads and limited public awareness of the application.

Keywords: Evaluation, Communication Strategy, Socialization


Ketersediaan

SKS202540125.12X7.5 ISTPERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
130 hlm , 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this