Image of POLA KOMUNIKASI  PT ANGKASA PURA INDONESIA BANDARA ADI SOEMARMO PADA PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEREALISASIKAN PERMOHONAN BANTUAN DANA PERIODE TAHUN 2024

KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM

POLA KOMUNIKASI PT ANGKASA PURA INDONESIA BANDARA ADI SOEMARMO PADA PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) DALAM MEREALISASIKAN PERMOHONAN BANTUAN DANA PERIODE TAHUN 2024



ABSTRAK

Fadhilah Sahal. NIM: 211211154. Pola Komunikasi PT Angkasa Pura Indonesia Pada Program Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Merealisasikan Permohonan Bantuan Dana Periode Tahun 2024. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Skripsi 2025.
Pola komunikasi merupakan bentuk atau struktur interaksi antara dua orang atau lebih, yang melibatkan hubungan antara perusahaan dengan para pemangku kepentingan, termasuk publik dan karyawan. Salah satu faktor kunci dalam keberhasilan pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) adalah adanya pola komunikasi yang terbangun antara perusahaan dan masyarakat di sekitarnya. Melalui penerapan pola komunikasi ini, permintaan bantuan dana dari masyarakat sekitar perusahaan dapat terealisasi, sekaligus mendukung komitmen perusahaan dalam menyalurkan bantuan untuk mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan keseimbangan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, peneliti mengumpulkan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta melakukan uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Sedangkan teknik analisis dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan analisis teori pola komunikasi yang dikemukakan oleh Joseph A. Devito.
Hasil penelitian menunjukkan PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Adi Soemarmo menerapkan pola komunikasi tipe “Y” dalam proses pengajuan permohonan bantuan dana, yang melibatkan beberapa tahapan dan pihak secara berurutan sehingga membuat jalur komunikasi menjadi lebih panjang dan kompleks. Akibatnya, proses penyampaian informasi dan pengambilan keputusan membutuhkan waktu yang cukup lama, sehingga pemohon harus menunggu dalam waktu yang relatif panjang sebelum permohonan bantuan dana yang diajukan dapat diproses dan disetujui. Dengan demikian, meskipun pola komunikasi “Y” memungkinkan koordinasi yang terstruktur, hal ini juga berkontribusi pada lamanya waktu penyelesaian permohonan bagi pihak pemohon.
Kata Kunci: PT Angkasa Pura Indonesia, Permohonan Bantuan Dana, Corporate Social Responsibility.

ABSTRACT

Fadhilah Sahal. NIM: 211211154. Pola Komunikasi PT Angkasa Pura Indonesia Pada Program Corporate Social Responsibility (CSR) Dalam Merealisasikan Permohonan Bantuan Dana Periode Tahun 2024. Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuluddin dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta, Skripsi 2025.
Communication patterns refer to the forms or structures of interaction between two or more individuals, involving relationships between a company and its stakeholders, including the public and employees. One of the key factors in the successful implementation of Corporate Social Responsibility (CSR) programs is the establishment of communication patterns between the company and the surrounding community. By applying these communication patterns, requests for financial assistance from the local community can be realized, while also supporting the company's commitment to distributing aid for sustainable economic development, with an emphasis on balancing economic, social, and environmental aspects.
The method used in this study is descriptive qualitative. The researcher collected data through observation, interviews, and documentation, and validated the data using triangulation techniques. The analysis was conducted by applying the communication pattern theory proposed by Joseph A. Devito.
The results indicate that PT Angkasa Pura Indonesia at Adi Soemarmo Airport applies a “Y” type communication pattern in the funding request submission process, which involves several sequential stages and parties, making the communication channel longer and more complex. Consequently, the transmission of information and decision-making processes take considerable time, requiring applicants to wait for a relatively long period before their funding requests can be processed and approved. Thus, although the “Y” communication pattern allows for structured coordination, it also contributes to the extended duration needed to complete the application process for the applicants.
Keywords: PT Angkasa Pura Indonesia, Funding Assistance Requests, Corporate Social Responsibility.


Ketersediaan

SK202540093.12x7. 5 SAH p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7. 5)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7. 5 SAH p c.1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
116 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this