Detail Cantuman
Advanced SearchText
Strategi Branding Desa Wisata Samiran Boyolali (Dewi Sambi). Skripsi, Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam
AYUK LESTIYANINGSIH, NIM 211211048, Strategi Branding Desa Wisata Samiran Boyolali (Dewi Sambi). Skripsi, Program Studi Komunikasi Dan Penyiaran Islam. Jurusan Dakwah Dan Komunikasi. Fakultas Ushuluddin Dan Dakwah. Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta. 2025
Industri pariwisata mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Hampir setiap wilayah, termasuk negara-negara di dunia, berupaya mengembangkan sektor pariwisata. Desa Wisata Samiran Boyolali atau yang kerap di sebut dengan Dewi Sambi merupakan desa wisata pionir di Boyolali. Dewi Sambi mulai berkembang pada tahun 2002 yang masih eksis hingga saat ini. Dewi Sambi menawarkan berbagai paket wisata berupa edukasi dan pengalaman-pengalaman menarik dengan nuansa pedesaan. Namun, branding Dewi Sambi belum efektif dalam menarik wisatawan secara konsisten, terutama generasi muda di era digital.
Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau memaparkan mengenai strategi branding yang dilakukan oleh pengelola Desa Wisata Samiran Boyolali atau Dewi Sambi. Penelitian ini menggunakan teori Brand Expression oleh Gelder (2005) dengan elemen strategi brand positioning, brand identity, brand personality, serta brand communication. Penelitian ini menggunakan penelitian deskrptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik wawancara yang digunakan adalah wawancara mendalam. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, serta menarik kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi branding Desa Wisata Samiran Boyolali (Dewi Sambi) menggunakan seluruh elemen teori brand expression yang dilakukan Dewi Sambi memosisikan dirinya sebagai desa wisata berbasis alam dan budaya yang menawarkan pengalaman autentik, menyentuh, dan bermakna. Dewi Sambi menerapkan keunikan melalui konsep wisata berbasis pengalaman dan keterlibatan aktif masyarakat, menciptakan hubungan yang autentik antara wisatawan dan warga. Keunikan ini diperkuat dengan kekayaan alam, kuliner khas, serta aktivitas budaya yang tidak mudah ditemukan di desa wisata lain. Brand Dewi Sambi dibentuk secara konsisten melalui pengalaman otentik, interaksi hangat, dan perpaduan nilai lokal dengan keindahan alam. Identitas ini diperkuat melalui brand communication yaitu dengan kehadiran digital dan promosi dari mulut ke mulut, menjadikan Dewi Sambi simbol wisata yang bermakna dan berkelanjutan. Untuk kedepannya pengelola terus melakukan upaya dalam meningkatkan penyusunan strategi branding dalam mengelola Desa Wisata Samiran Boyolali.
Kata Kunci : Branding, Positioning, Identity, Personality, Communication
Ketersediaan
| SK202540085.1 | 2x7 LES s c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7
|
| Penerbit | : ., 2025 |
| Deskripsi Fisik |
30 cm., 121 hlm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
NONE
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
AYUK LESTIYANINGSIH
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






