Image of Cyber Branding Kedai Sabagya Dalam Membentuk Brand Awareness

Text

Cyber Branding Kedai Sabagya Dalam Membentuk Brand Awareness



ABSTRAK
HANIFAH AULIA YASMIN NIM 211211129. Cyber Branding Kedai
Sabagya Dalam Membentuk Brand Awareness. Skripsi, Program Studi
Komunikasi dan Penyiaran Islam. Fakultas Ushuludin Dan Dakwah.
Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta 2025.

Kedai Sabagya merupakan UMKM yang bergerak di bidang kopi-
kopian di Surakarta, dengan mengusung konsep slowbar dan mengangkat
tema skena. Di era digital ini, Kedai Sabagya memanfaatkan media sosial
untuk membangun kesadaran merek di benak masyarakat. Melihat
maraknya persaingan bisnis serupa di Kota Surakarta, kegiatan branding
dilakukan untuk menonjolkan perbedaan sekaligus menjadi sarana interaksi
dan penyebaran informasi yang lebih luas. Hal ini menjadi tantangan
tersendiri bagi Kedai Sabagya, mengingat mereka belum genap berdiri
selama satu tahun. Dengan berbagai cara Kedai Sabagya melakukan Cyber
Branding melalui media sosial Instagram dan TikTok guna membentuk
Brand Awareness. Maka, tujuan dari penelitian ini ialah guna
mendeskripsikan cyber branding Kedai Sabagya dalam membentuk brand
awareness tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan menggunakan
metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena
secara menyeluruh. Data diperoleh melalui teknik observasi virtual dan
lapangan, wawancara, dan dokumentasi yang dipilih oleh peneliti. Analisis
data dalam penelit ian ini menggunakan Teori 3 “I” dari Deirdre
Breakenridge sebagai landasan untuk memahami strategi komunikasi yang
dilakukan oleh Kedai Sabagya. Teknik analisis data yang digunakan
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas cyber branding yang
dilakukan oleh Kedai Sabagya melalui Instagram dan TikTok berperan
penting dalam membentuk brand awareness sebagai kedai kopi yang ramah,
hangat, dan dekat dengan anak muda, khususnya komunitas skena di
Surakarta. Berdasarkan Teori 3 “I” dari Deirdre Breakenridge, strategi
mereka mencakup aspek Information, Interactivity, dan Instinct. Dari sisi
Information, akun Instagram @kedaisabagya secara aktif membagikan
informasi seperti jam operasional, ketersediaan tempat duduk, promosi
menu dan acara, suasana pelanggan, serta ucapan hari besar, sementara
TikTok digunakan untuk menyampaikan promosi melalui konten brainrot
yang menarik secara visual dan emosional. Interactivity ditunjukkan
melalui respons aktif terhadap komentar, DM, penggunaan hashtag,
penandaan lokasi, dan repost story, dengan gaya komunikasi yang santai,
akrab, dan humoris. Sedangkan pada aspek Instinct, Kedai Sabagya
menonjolkan karakter unik melalui konten bertema cerita yang disisipkan
unsur promosi, gaya bahasa khas, serta suasana kedai yang mendorong
interaksi sosial, menjadikannya berbeda dari kompetitor. Strategi ini dinilai
berhasil mencerminkan identitas merek dan memperkuat brand awareness
di tengah persaingan digital yang ketat

Kata Kunci: Kedai Sabagya, Cyber Branding, Brand Awareness


Ketersediaan

SK202540103.12x7.5 c YAS c1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.5 c YAS c1
Penerbit : .,
Deskripsi Fisik
150hlm, 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
NONE
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this